Intai Bupati Sidoarjo, Tim KPK Sepesawat ke Padang dan Surabaya

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Sidoarjo,Saiful Ilah, resmi memakai rompi tahanan pasca terjaring operasi tangkap tangan KPK, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis dini hari, 9 Januari 2020. Rnam orang tersangka tersandung dalam tindak pidana korupsi terkait dengan pengadaan proyek infrastruktur di Dinas PUPR Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. TEMPO/Imam Sukamto

    Bupati Sidoarjo,Saiful Ilah, resmi memakai rompi tahanan pasca terjaring operasi tangkap tangan KPK, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis dini hari, 9 Januari 2020. Rnam orang tersangka tersandung dalam tindak pidana korupsi terkait dengan pengadaan proyek infrastruktur di Dinas PUPR Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengintai tersangka suap Bupati Sidoarjo Saiful Ilah selama lebih dari enam bulan. Wakil KPK Alexander Mawarta menceritakan bagaimana timnya menangkap Saiful. "Bahkan dalam rangka OTT (operasi tangkap tangan) tim kami di KPK mengikuti yang bersangkutan sampai ke Padang," kata Alexander saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu malam, 8 Januari 2020.

    Tim operasi tangkap tangan (OTT) mengekori Saiful dari Padang lalu terbang ke Surabaya. "Satu pesawat bahkan tim kami ikut di dalam." Marwata tak menyebutkan maksud Saiful berangkat ke dua kota itu.

    Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi pihak internal Kabupaten Sidoarjo mengenai akan adanya pemberian uang terkait pelaksanaan proyek-proyek di daerah itu. Marwata mengatakan, komisi antirasuah kerap berkomunikasi dengan sang informan yang tidak diungkap identitasnya itu.

    KPK juga menyadap Saiful. Meski begitu, kata Marwata, tidak semua informasi diperoleh dari sadapan. Seperti keberangkatan ke Padang dan Surabaya ini misalnya, KPK diberitahu oleh informan. Penyadapan dalam perkara ini tak memerlukan izin Dewan Pengawas KPK. "Sekarang para pihak itu sudah mulai hati-hati menggunakan alat komunikasi. Sering juga dari komunikasi kami tidak mendapat apa-apa."

    Informasi yang diberikan oleh orang-orang atau masyarakat yang mengetahui kejadian itu diklarifikasi. KPK terus berkomunikasi dengan mereka. “Akhirnya kami bisa mendapatkan dan berhasil melakukan tangkap tangan pada saat transaksi."

    KPK menangkap Saiful di kantornya pada 7 Januari 2020. Dua orang dari kalangan swasta yang diduga memberi suap ditangkap di rumah dinas Bupati Sidoarjo di hari itu juga. Dua orang itu Ibnu Ghopur dan Totok Sumedi. KPK menyita uang total Rp 1,81 miliar.

    Ibnu ditangkap karena meminta agar Saiful tak menanggapi proses sanggahan pengadaan proyek Jalan Candi-Prasung senilai Rp 21,5 miliar. Tujuannya agar perusahaan Ibnu dapat memenangkan proyek itu.

    KPK menangkap 11 orang. Enam di antaranya ditetapkan tersangka, termasuk Ibnu dan Totok. Empat lainnya yang diduga menerima suap, yakni Bupati Sidoarjo Saiful Ilah; Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo, Sunarti Setyaningsih; Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo, Judi Tetrahastoto; dan Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan, Sanadjihitu Sangadji.

    Penerima suap disangka melanggar Pasal 12 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

    Pemberi suap diduga melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001  tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...