Ciduk Wahyu Setiawan, Penyidik KPK Tak Minta Izin Sadap ke Dewas

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Syamsuddin Haris di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Senin, 23 Desember 2019. TEMPO/Andita Rahma

    Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Syamsuddin Haris di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Senin, 23 Desember 2019. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Syamsuddin Haris mengatakan, penyidik KPK tak meminta izin penyadapan kepada Dewan Pengawas KPK untuk menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Sidoarjo maupun Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

    "Terkait OTT KPK di Sidoarjo maupun komisioner KPU tidak ada permintaan izin penyadapan kepada dewas," kata Syamsuddin kepada wartawan, Rabu, 8 Januari 2020.

    Menurut dia, KPK kini masih menggunakan prosedur yang mengacu pada Undang-Undang KPK lama. Dewan Pengawas, lanjut dia, juga belum memiliki organ karena Peraturan Presiden soal lembaga itu baru terbit.

    "Karena masih transisional dari UU lama ke UU baru, dewas dapat memahami langkah pimpinan KPK," ucap dia.

    Sebelumnya, KPK menangkap Bupati Sidoarjo Saiful Ilah dan beberapa pihak lainnya di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur. Saiful Ilah diduga terlibat suap dalam proyek pengadaan barang dan jasa.

    Adapun hari ini KPK dikabarkan menciduk Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan ada beberapa orang yang ditangkap dalam OTT ini termasuk seorang komisioner KPU berinisial WS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.