Ketua KPU Sebut Wahyu Setiawan Sempat Naik Pesawat Lalu 'Hilang'

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan menjawab pertanyaan wartawan di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Senin, 8 April 2019. Tempo/Irsyan Hasyim

    Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan menjawab pertanyaan wartawan di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Senin, 8 April 2019. Tempo/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga menangkap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan pada Rabu, 8 Januari 2020.

    Ketua KPU Arief Budiman berkata belum dapat memastikan kabar ini. Namun, kata dia, Wahyu tak bisa dihubungi pada sore hari ini, setelah pemberitaan soal penangkapan itu menyeruak di media.

    Menurut Arief, Wahyu punya agenda pergi ke Bangka Belitung untuk mengikuti acara terkait Pilkada 2020. Namun, kata dia, para stafnya tak melihat sosok Wahyu ketika pesawat mendarat di Belitung pada sore hari.

    "Itu pesawat landing para penumpang turun, loh kok yang turun hanya staf humas, tapi Pak Wahyu enggak ada di rombongan, ini konfirmasi saya setelah banyak berita," kata Arief di kantornya, Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020.

    Arief menceritakan para stafnya masih melihat Wahyu ketika menaiki pesawat terbang di bandara di Jakarta. Namun, Wahyu tak ikut turun saat pesawat sudah mendarat.

    "Kabarnya Pak Wahyu sudah masuk, infonya enggak jadi terbang atau dikeluarkan dari pesawat, tapi kami belum tahu informasi detail seperti apa," kata Arief.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.