KPK Tangkap Komisioner KPU di Dalam Pesawat Batik Air

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan pemeriksaan pada pesawat Boeing 737 Batik Air di landasan pacu Bandara Husein Sastranegara Bandung, Jawa Barat, Kamis 20 Juni 2019. Pesawat Batik Air tujuan Kuala Lumpur-Bandung dikabarkan mengalami pendaratan tidak sempurna saat mendarat di Bandara Husein Sastranegara. TEMPO/Prima Mulia

    Petugas melakukan pemeriksaan pada pesawat Boeing 737 Batik Air di landasan pacu Bandara Husein Sastranegara Bandung, Jawa Barat, Kamis 20 Juni 2019. Pesawat Batik Air tujuan Kuala Lumpur-Bandung dikabarkan mengalami pendaratan tidak sempurna saat mendarat di Bandara Husein Sastranegara. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) berinisial WS yang diduga sebagai Wahyu Setiawan ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu, 8 Januari 2020.

    Ia ditangkap di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. WS merupakan penumpang Batik Air. Corporate Communications Strategic Lion Air Groups Danang Mandala Prihantoro membenarkan WS berada dalam penerbangan Batik Air.

    "Benar, ada di penerbangan ID-6826 rute Soekarno-Hatta ke Tanjung Pandan,"kata Danang, Kamis, 8 Januari 2020.

    Informasi yang diterima Tempo menyebutkan WS ditangkap saat sudah duduk di pesawat. Dia diminta turun dari pesawat dan dibawa ke Markas Kepolisian Resor Bandara Soekarno-Hatta.

    KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu, 8 Januari 2020. Dalam operasi ini KPK diduga menangkap salah seorang komisoner KPU. Menurut seorang sumber penegak hukum OTT ini terkait pergantian anggota DPR.

    Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan ada beberapa orang yang ditangkap dalam OTT ini termasuk seorang komisioner berinisial WS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.