Undang Anies Baswedan Hingga Ridwan Kamil, Jokowi Bahas Banjir

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi mengenakan jas hujan pemberian warga saat mengunjungi lokasi banjir dan longsor di Sukajaya, Bogor. twitter.com/setkabgoid

    Presiden Jokowi mengenakan jas hujan pemberian warga saat mengunjungi lokasi banjir dan longsor di Sukajaya, Bogor. twitter.com/setkabgoid

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menggelar rapat bersama sejumlah kepala daerah yang terdampak bencana banjir pada awal tahun lalu, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Januari 2020. Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan agar penangan pasca banjir dan langkah preventif harus dilakukan.

    "Dalam 3-4 hari ini saya melihat langsung penanganan banjir juga tanah longsor di lapangan baik yang berada di Jabar, Banten, maupun DKI Jakarta," kata Jokowi saat membuka rapat.

    Dalam rapat itu, nampak hadir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Banten Wahidin Halim, Walikota Bekasi Rahmat Effendi, Bupati Bogor Ade Yasin, dan Bupati Lebak Titi Oktavia Jayabaya.

    Sementara itu Jokowi didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretariat Negara Pramono Anung, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Sekretaris Kabinet Pratikno, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo.

    Jokowi mengatakan pemerintah pusat harus berkordinasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan pemerintah kabupaten/kota untuk mencari solusi jangka pendek dan jangka panjang terkait hal ini.

    Untuk jangka pendek, Jokowi mengatakan belakangan ia telah melihat langsung proses penanganan gawat darurat dan proses evakuasi. Ia mengatakan secara umum, ia menilai hal tersebut sudah cukup bagus, meski masih ada akses jalan yang tertutup.

    "Akses untuk menuju beberapa desa masih belum bisa diselesaikan, namun saya kira 1-2 hari ini bisa dikerjakan segera," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.