Ke Natuna, Jokowi: Sentra Perikanan Beri Manfaat Bagi Nelayan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi menyaksikan Latihan Gabungan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) 2017 di Tanjung Datuk, Natuna, Kepulauan Riau, 19 Mei 2017. Puspen TNI

    Presiden Jokowi menyaksikan Latihan Gabungan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) 2017 di Tanjung Datuk, Natuna, Kepulauan Riau, 19 Mei 2017. Puspen TNI

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyambangi Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa, Pelabuhan Perikanan Selat Lampa Natuna, Kabupaten Natuna, Rabu, 8 Januari 2020.

    Di sana, Jokowi menemui ratusan nelayan yang mengambil ikan dari perairan Natuna. Dalam kesempatan itu, Jokowi berharap SKPT Selat Lampa yang mulai beroperasi pada Oktober 2019, bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk memaksimalkan potensi perikanan.

    Ia juga berharap agar para nelayan dapat mengelola fasilitas tersebut dengan baik. "Ini harus bermanfaat bagi bapak, ibu dan saudara-saudara semuanya. Jangan sampai bangunan yang saya lihat sangat baik seperti ini tidak memberi manfaat pada nelayan," kata Jokowi dalam keterangan tertulis dari Sekretariat Presiden, Rabu, 8 Januari 2020.

    Ia mengatakan SKPT bisa beroperasi setelah menjalani masa pembangunan sekitar empat tahun. Karena itu, SKPT itu ia harapkan dapat menjadi pusat ekonomi baru dan dirasakan manfaatnya oleh para nelayan, utamanya untuk sektor kelautan dan perikanan, di Natuna.

    "Pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah ingin agar sumber daya alam laut kita di Natuna dan sekitarnya ini dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk rakyat di sini," ujar Jokowi.

    SKPT tersebut memiliki beberapa fasilitas pokok untuk mengintegrasikan berbagai kegiatan kelautan dan perikanan. Mulai dari pendaratan hasil kelautan dan perikanan, pengolahan, hingga pemasaran.

    Fasilitas pokok tersebut antara lain berupa dermaga untuk tempat bersandar kapal di bawah dan di atas 30 GT, serta sejumlah fasilitas pelengkap lain seperti tempat pemasaran ikan, integrated cold storage (ICS) berkapasitas 200 ton, kios bahan bakar minyak, pengolahan air bersih, tempat perbaikan jaring, dan kios perbekalan melaut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.