Pramono Anung: Presiden Jokowi Beri Perhatian Serius Soal Natuna

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo  bersama Menko Polhukam Luhut Panjaitan di atas kapal perang KRI Imam Bonjol 383 di perairan Natuna, Kepulauan Riau, 23 Juni 2016. Jaket sepertinya menjadi salah satu fashion item yang menjadi ciri khas penampilan Jokowi selain kemeja putih. Foto: Biro Pers Setpres

    Presiden Joko Widodo bersama Menko Polhukam Luhut Panjaitan di atas kapal perang KRI Imam Bonjol 383 di perairan Natuna, Kepulauan Riau, 23 Juni 2016. Jaket sepertinya menjadi salah satu fashion item yang menjadi ciri khas penampilan Jokowi selain kemeja putih. Foto: Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sekretariat Kabinet Pramono Anung mengatakan kedatangan Presiden Joko Widodo atau Jokowi ke Natuna, Rabu, 8 Januari 2020, adalah bentuk keseriusan dalam menyelesaikan permasalahan di sana.

    "Ini memberikan sinyal bahwa pemerintah Indonesia, terutama Bapak Presiden, dalam persoalan Natuna ini benar-benar memberikan perhatian serius," kata Pramono saat ditemui di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Januari 2020.

    Pramono mengatakan ini bukan kali pertama Jokowi menyambangi Natuna sebagai Presiden. Bahkan Jokowi sempat menggelar ralat terbatas di kapal perang yang ada di Natuna.

    Pramono tak menampik bahwa kedatangan Jokowi kali ini, tak terlepas dari situasi di perairan Natuna yang memanas, antara pemerintah Indonesia dengan Cina.

    Masuknya kapal coast guard dan kapal ikan Cina di perairan Natuna Utara, membuat tensi di sana memanas. Jokowi sendiri telah menegaskan bahwa kedaulatan Indonesia di sana tak bisa ditawar. Pramono menyebut kedatangan ini menunjukkan kepada Cina bahwa ia serius.

    "Ini merupakan hal prinsip dan presiden sudah mengatakan dalam sidang kabinet paripurna kemarin, untuk urusan Natuna tidak ada tawar menawar," kata Pramono.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?