Megawati Terima Gelar Honoris Causa di Tokyo, Budi Gunawan Hadir

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden kelima Megawati Soekarnoputri saat memberi sambutan dalam acara seminar yang diadakan BPIP, di Ritz-Carlton Ballroom, Jakarta Selatan, Ahad, 22 Desember 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Presiden kelima Megawati Soekarnoputri saat memberi sambutan dalam acara seminar yang diadakan BPIP, di Ritz-Carlton Ballroom, Jakarta Selatan, Ahad, 22 Desember 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP Megawati Soekarnoputri menerima gelar doktor kehormatan (honoris causa) dari Soka University, Tokyo pada hari ini, Rabu, 8 Januari 2020. Dalam acara penganugerahan ini Megawati didampingi putranya, Prananda Prabowo serta cucu dan menantu.

    "Penganugerahan gelar ini menjadi doktor honoris causa ke sembilan bagi Ibu Megawati,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah yang mendampingi Megawati, dikutip dari keterangan tertulis pada, Rabu, 8 Januari 2020.

    Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, yang pernah menjadi ajudan sewaktu Megawati presiden, juga hadir di acara tersebut. Sejumlah tokoh lainnya pun hadir, di antaranya mantan Menteri Pertanian Bungaran Saragih, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri.

    Ada pula mantan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro serta Wakil Rektor Universitas Indonesia Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Bambang Wibawarta. Selain Basarah, Ketua Komisi Hukum DPR Herman Hery juga hadir di lokasi.

    Sebelumnya Megawati telah memperoleh gelar DR HC dari delapan universitas, baik dari Indonesia ataupun mancanegara. Kedelapan universitas itu adalah adalah DR HC dari Waseda University, Tokyo, Jepang (2001), Moscow State Institute of International Relations, Rusia (2003).

    Kemudian dari Korea Maritime and Ocean University, Korea Selatan (2015), Universitas Padjadjaran Bandung (2016), Universitas Negeri Padang (2017), Mokpo National University, Korea Selatan (2017), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (2018), serta Fujian Normal University, China (2018).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.