Kecam Larangan Natal, Aktivis LSM Ini Ditangkap Polisi

Reporter

Warga menghias pohon Natal dari susunan boneka di Gereja Arnoldus Jansen, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 23 Desember 2019. Boneka sumbangan warga ini akan dibagikan untuk anak-anak panti asuhan setelah perayaan Natal untuk berbagi kebahagiaan. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Sumatera Barat menangkap aktivis lembaga Pusat Studi Aktivitas Pusat (Pusaka) Sudarto. Ia ditangkap atas tuduhan menyebarkan kebencian melalui media sosial ketika perayaan Natal di Kabupaten Dharmasraya.

"Pelaku ditangkap di kediamannya," kata Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Barat Komisaris Besar Stefanus Satake Bayu Setianto di Padang, Selasa, 7 Januari 2020. Ia mengatakan pelaku ditangkap sekitar pukul 13.30 WIB di rumahnya yang berada di Jalan Veteran, Purus.

Stefanus menyebut pelaku sengaja menyebar informasi yang menimbulkan permusuhan baik individu maupun kelompok berdasarkan suku agama ras dan antargolongan (SARA) serta menyebarkan berita bohong lewat Facebook.

Ia mengatakan Sudarto masih menjalani pemeriksaan di Kepolisian Daerah Sumatera Barat. "Sekarang dalam pemeriksaan dan bisa saja langsung ditahan," kata dia.

Sudarto disangka pasal 45 A ayat 2 juncto pasal 28 UU 19 2016 tentang perubahan UU 11 2008 tentang ITE. Serta pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 UU 1946 tentang peraturan hukum pidana. "Pelaku ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan akan diproses lebih lanjut," kata Stefanus.

Perkara ini bermula dari laporan Ketua Pemuda Jorong Kampung Baru, Nagari Sikabau, Harry Permana kepada polisi pada 29 Desember 2019. Harry menuduh Sudarto menyebarkan informasi perihal larangan perayaan Natal melalui akun Facebook yang berpotensi menyesatkan atau bohong. Status tersebut dimuat pada 14-15 Desember 2019.

Menurut Harry, Nagari Sikabau tidak melarang ibadah Natal. Harry mengatakan yang benar adalah wali nagari hanya melarang jemaah dari luar Nagari Sikabau untuk datang dan ikut melaksanakan ibadah Natal.

Sudarto adalah aktivis kebebasan beragama dan berkeyakinan. Namanya muncul kala mengungkapkan adanya pelarangan perayaan Natal di Nagari Sikabau. Masyarakat di sana disebut hanya diizinkan merayakan Natal di rumah masing-masing. Namun pemerintah Dharmasraya menyediakan mobil agar umat Nasrani dapat merayakan Natal di Kabupaten Sawahlunto.

Lembaga-lembaga pegiat hak asasi manusia mengecam penangkapan ini. Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos mengatakan kejadian yang menimpa Sudarto adalah strategi baru dari kelompok intoleran untuk membungkam orang-orang yang kritis di media sosial. "Celakanya, aparat keamanan cenderung bertindak untuk menyenangkan kelompok mayoritas," kata Bonar.

Bagi Bonar, penangkapan tersebut merupakan upaya untuk mendiskreditkan ikhtiar advokasi Sudarto, sekaligus memperlihatkan bahwa sejak lama banyak orang yang tersinggung atas pandangan kritisnya. "Akhir Desember lalu, Kapolda Sumbar Irjen Toni Harmanto menuding Sudarto membuat kegaduhan dan tak berdasarkan fakta di lapangan," Bonar mengungkapkan.

Kecaman pun disampaikan Direktur Lembaga Bantuan Hukum Padang, yang juga menjadi kuasa hukum Sudarto, Wendra Rona Putra. Ia berujar, penangkapan kliennya menunjukkan indikasi yang mengkhawatirkan. Alasannya, Sudarto adalah aktivis yang memiliki kepedulian pada isu kebebasan beragama dan berkeyakinan.

"Terlebih proses hukumnya tergolong ringkas karena laporan masuk 29 Desember 2019 dan sudah ditangkap pada 7 Januari 2020," ucap Wendra.

Avit Hidayat






Cuaca Hari Ini: Peringatan Dini BMKG untuk Padang dan Sumatera Barat

2 hari lalu

Cuaca Hari Ini: Peringatan Dini BMKG untuk Padang dan Sumatera Barat

Tak ada lagi pantauan BMKG atas pengaruh Taifun Noru seperti hari-hari sebelumnya.


Pasaman Barat Bergetar, Gempa Terkini yang Mengguncang dari Darat di Sumbar

3 hari lalu

Pasaman Barat Bergetar, Gempa Terkini yang Mengguncang dari Darat di Sumbar

Gempa terkini yang pusat atau sumbernya berada di darat itu terjadi pada Rabu pagi menjelang siang, 28 September 2022.


Sumatera Barat Siap Sambut Kembali Wisatawan Malaysia Mulai 1 Oktober

5 hari lalu

Sumatera Barat Siap Sambut Kembali Wisatawan Malaysia Mulai 1 Oktober

Pemerintah setempat akan menyambut kedatangan wisatawan asing ke SUmatera Barat dengan kesenian daerah saat hari pertama pembukaan.


Pemutihan Pajak Kendaraan: Bagaimana Jika Sudah Lewat 3 Tahun?

8 hari lalu

Pemutihan Pajak Kendaraan: Bagaimana Jika Sudah Lewat 3 Tahun?

Program pemutihan pajak kendaraan bermotor telah diberlakukan di beberapa daerah, termasuk Sumatera Barat (Sumbar). Berikut penjelasannya:


BMKG dan Pemkot Bukittinggi Kalibrasi Tanda Waktu Jam Gadang

12 hari lalu

BMKG dan Pemkot Bukittinggi Kalibrasi Tanda Waktu Jam Gadang

"Semua orang memperhatikan Jam Gadang sebagai magnet dan juga tentunya penanda waktu terbesar di Sumbar."


Profil Suku Anak Dalam di Jambi, 2 Versi Asal Usulnya

25 hari lalu

Profil Suku Anak Dalam di Jambi, 2 Versi Asal Usulnya

Suku Anak Dalam merupakan suku yang bertempat di sekitar Jambi. Mereka memiliki keunikan dan tradisi khas untuk bertahan hidup.


Ulama Kharismatik Sumatera Barat Dukung Ganjar Pranowo Calon Presiden 2024

25 hari lalu

Ulama Kharismatik Sumatera Barat Dukung Ganjar Pranowo Calon Presiden 2024

Sejumlah ulama Sumatera Barat menyebut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merupakan sosok pemimpin yang sederhana, bersahaja, jujur, dan mengerti.


Kota Pariaman Bersiap Miliki Pusat Daur Ulang Sampah Senilai Rp 3,4 Miliar

26 hari lalu

Kota Pariaman Bersiap Miliki Pusat Daur Ulang Sampah Senilai Rp 3,4 Miliar

Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat membangun Pusat Daur Ulang sampah di Desa Tungkal Utara, Kecamatan Pariaman Utara senilai Rp 3,4 miliar.


PVMBG: Gunung Marapi Berpotensi Erupsi Freatik, tapi Masih Waspada

30 hari lalu

PVMBG: Gunung Marapi Berpotensi Erupsi Freatik, tapi Masih Waspada

Sepanjang setahun ini berstatus Waspada, aktivitas vulkanik Gunung Marapi berfluktuasi mulai Januari 2022.


Hari Polwan, Sejarah Terbentuknya Bermula di Bukittinggi 74 Tahun Lalu

31 hari lalu

Hari Polwan, Sejarah Terbentuknya Bermula di Bukittinggi 74 Tahun Lalu

Kota Bukittinggi di Sumatera Barat menjadi tempat pertama dilatihnya Polisi Wanita. disingkat Polwan pada hari ini ini 74 tahun silam.