Bupati Muara Enim Dituding Inisiatif akan Beri Uang ke Firli

Bupati Kabupatem Muara Enim, Ahmad Yani, menjalani pemeriksaan, di gedung Komisi Pemberantasn Korupsi, Jakarta, Jumat, 6 Desember 2019. Ahmad Yani, diperiksa sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap terkait proyek - proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Kabupatem Muara Enim tahun 2019. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Sidang eksepsi Bupati Muara Enim Ahmad Yani mengungkap dugaan rencana pemberian uang Rp 500 juta atau US$ 35 ribu kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri. Namun, rencana pemberian uang itu disebut merupakan inisiatif bupati, bukan atas permintaan Firli yang saat itu masih menjabat Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan.

“Elfin MZ Muchtar sudah berinisiatif akan memberikan uang sebesar US$ 35 ribu,” kata pengacara Ahmad Yani, Maqdir Ismail saat membacakan eksepsi dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Palembang, Selasa, 7 Januari 2020. Elfin merupakan Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupetan Muara Enim yang juga menjadi terdakwa dalam kasus ini.

Dokumen pengadilan yang diperoleh Tempo menyebutkan rencana pemberian uang itu muncul setelah Ahmad Yani bertemu dengan Firli pada 31 Agustus 2019. Itu merupakan kali pertama Yani bertemu dengan mantan Deputi Penindakan KPK ini setelah menjabat sebagai Kapolda Sumsel.

Setelah pertemuan, Elfin Muchtar mengaku mendapatkan perintah dari Yani untuk menyiapkan uang sebagai tanda perkenalan dengan Kapolda Sumsel. Uang yang disepakati akhirnya berjumlah Rp 500 juta.

Menurut Elfin, rencana pemberian uang ini merupakan inisiatif dari Bupati Muara Enim. Bukan permintaan dari pihak Firli. “Setahu saya pemberian ini bukan atas dasar permintaan, tetapi merupakan inisiatif Bupati Muara Enim setelah bertemu dengan saudara Firli,” kata dia.

Melanjutkan perintah bupati, Elfin lantas meminta uang kepada kontraktor bernama Robi Okta Fahlevi sebagai bagian pembayaran untuk sejumlah proyek yang didapatkan perusahaannya.

Namun keterangan Elfin dibantah Maqdir Ismail selaku kuasa hukum Yani. Maqdir membenarkan ada pertemuan antara Ahmad Yani dengan Firli, namun pemberian uang tersebut adalah inisiatif Elfin tanpa sepengetahuan kliennya. Ia menyebut Elfin memanfaatkan silaturahmi tersebut untuk kepentingan pribadi.

Adapun KPK mendakwa Yani dan Elfin sebagai tersangka penerima suap. Keduanya disebut menerima suap sebanyak Rp 12,5 miliar terkait 16 paket proyek di kabupaten tersebut. Selaku pemberi suap, KPK menetapkan Robi Okta Pahlevi sebagai tersangka.

Seperti dikutip dari berkas pengadilan itu, Elfin berencana menyerahkan uang senilai US$ 35 ribu kepada pihak Firli pada 2 September 2019. Sebelumnya, ia sempat menghubungi ajudan dan keponakan Firli untuk berkoordinasi. Sebelum uang sempat diserahkan, tim penindakan KPK menangkap Elfin, Robi dan belakangan Ahmad Yani dalam operasi tangkap tangan pada 2 September 2019.

Dikutip dari Antara, Firli Bahuri mengatakan tak pernah menerima duit dari Ahmad Yani. Dia pun mengatakan akan menolak bila diberikan. “Saya tidak pernah menerima apapun dari siapapun, saya pasti tolak,” kata dia, Selasa, 7 Januari 2020.

Firli Bahuri juga mengatakan tak pernah menerima uang melalui keluarganya. “Keluarga saya juga pasti menolak, saya tidak pernah menerima sesuatu yang bukan hak saya,” kata dia.






Firli Bahuri Desak Kasus Formula E Naik ke Penyidikan, Anies Baswedan Hanya Tersenyum

2 jam lalu

Firli Bahuri Desak Kasus Formula E Naik ke Penyidikan, Anies Baswedan Hanya Tersenyum

Keinginan Firli untuk menjadikan Anies Baswedan sebagai tersangka ini diduga berhubungan dengan isu Pilpres 2024.


Setahun #BeraniJujurPecat, IM57+ Insitute dan AJI Jakarta Luncurkan Buku Kisah Pegawai KPK Korban TWK

2 jam lalu

Setahun #BeraniJujurPecat, IM57+ Insitute dan AJI Jakarta Luncurkan Buku Kisah Pegawai KPK Korban TWK

Peringatan setahun #BeraniJujurPecat, IM57+ Institute dan AJI Jakarta meluncurkan Buku "Perlawanan Sehormat-hormatnya". Siapa saja yang hadir?


Eks Komisioner KPK Bilang Ada Indikasi Kuat Anies Baswedan Ingin Dikriminalisasi

4 jam lalu

Eks Komisioner KPK Bilang Ada Indikasi Kuat Anies Baswedan Ingin Dikriminalisasi

KPK dikabarkan telah melakukan sejumlah gelar perkara untuk membahas kasus Formula E. Disebut-sebut menyasar Anies Baswedan.


Politikus NasDem Sebut Kasus Formula E Clear saat Anies Baswedan Beri Keterangan

5 jam lalu

Politikus NasDem Sebut Kasus Formula E Clear saat Anies Baswedan Beri Keterangan

Sejumlah sumber Tempo mengungkapkan adanya upaya sistematis membuat Anies Baswedan sebagai tersangka dalam kasus Formula E.


Dugaan Upaya Kriminalisasi Anies Baswedan, NasDem: Jika Benar Membahayakan Demokrasi

6 jam lalu

Dugaan Upaya Kriminalisasi Anies Baswedan, NasDem: Jika Benar Membahayakan Demokrasi

Partai NasDem meminta KPK mengklarifikasi kabar soal upaya menjadikan Anies Baswedan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Formula E.


Novel Baswedan: Penolakan PTUN Terhadap Gugatan Pegawai KPK Adalah Berita Baik

6 jam lalu

Novel Baswedan: Penolakan PTUN Terhadap Gugatan Pegawai KPK Adalah Berita Baik

Novel Baswedan menyatakan penolakan PTUN bisa membangkitkan semangat para pegawai KPK untuk terus berjuang.


Manuver Firli Menjegal Anies Baswedan

7 jam lalu

Manuver Firli Menjegal Anies Baswedan

Ketua KPK Firli Bahuri ditengarai meminta anak buahnya segera menetapkan Anies Baswedan menjadi tersangka korupsi ...


Harun Masiku Buron KPK Lebih 2 Tahun, Firli Bahuri Tak Tahu Kapan Tertangkap

10 jam lalu

Harun Masiku Buron KPK Lebih 2 Tahun, Firli Bahuri Tak Tahu Kapan Tertangkap

Lebih dari 2 tahun Harun Masiku jadi buron KPK, hingga kini kasusnya belum terang. Firli Bahuri menyebut tak tahu kapan politisi PDIP akan tertangkap


Pernah Viral Soal G30S TWK Pegawai KPK dan IM57+ Institute, Apa Maksudnya?

11 jam lalu

Pernah Viral Soal G30S TWK Pegawai KPK dan IM57+ Institute, Apa Maksudnya?

57 pegawai KPK yang dipecar pada 30 September 2021 mendirikan organisasi nirlaba bernama IM57+ Institue.


Satu Tahun Peristiwa G30S TWK, Kronologi Pemberhentian 57 Pegawai KPK

11 jam lalu

Satu Tahun Peristiwa G30S TWK, Kronologi Pemberhentian 57 Pegawai KPK

Setahun lalu, 57 pegawai KPK dipecat karena dianggap tidak lolosTWK. Pertisiwa ini pun dikenal sebagai G30S TWK.