Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Ditangkap KPK, Hartanya Rp 60,5 M

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Sidoarjo Saiful Ilah (kiri) menunjukkan Piala Adipura kepada warga saat arak-arakan di  jalan raya Sidoarjo, Jawa Timur, 3 Agustus 2017. Kabupaten Sidoarjo mendapatkan anugerah Piala Adipura kedelapan kalinya dalam kategori Kota Sedang Bersih di Provinsi Jawa Timur. ANTARA FOTO

    Bupati Sidoarjo Saiful Ilah (kiri) menunjukkan Piala Adipura kepada warga saat arak-arakan di jalan raya Sidoarjo, Jawa Timur, 3 Agustus 2017. Kabupaten Sidoarjo mendapatkan anugerah Piala Adipura kedelapan kalinya dalam kategori Kota Sedang Bersih di Provinsi Jawa Timur. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Bupati Sidoarjo Saiful Ilah tercatat memiliki kekayaan senilai lebih dari Rp 60 miliar. Ketua PKB Sidoarjo itu ditangkap KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) pada Selasa lalu, 7 Januari 2020 dalam operasi tangkap tangan (OTT).

    Saiful Ilah diduga terlibat suap dalam proyek pengadaan barang dan jasa.

    “KPK telah mengamankan seorang kepala daerah dan beberapa pihak lainnya di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, terkait pengadaan barang dan jasa,” ujar Ketua KPK Firli Bahuri dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 7 Januari 2020.

    Berdasarkan situs https://elhkpn.kpk.go.id, Saiful memiliki total harta kekayaan senilai Rp 60.465.050.509.

    Saiful Ilah juga tercatat memiliki puluhan aset tanah dan bangunan senilai Rp 32.832.540.100.

    Harta tidak bergerak itu tersebar di wilayah Sidoarjo dan Pasuruan, Jawa Timur. Bupati Sidoarjo Saiful Ilah juga memiliki harta bergerak berupa sembilan mobil senilai total Rp 570 juta.

    Ada pula harta bergerak lainnya senilai Rp 1.444.500.000, surat berharga dengan total Rp 63.500.000 hingga kas dan setara kas senilai Rp 25.554.510.409.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.