Iran vs Amerika, Mahfud MD Minta WNI di Kedua Negara Berhati-hati

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD memberikan keterangan kepada wartawan setelah menyerahkan LHKPN di gedung KPK, Jakarta, Senin, 2 Desember 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD memberikan keterangan kepada wartawan setelah menyerahkan LHKPN di gedung KPK, Jakarta, Senin, 2 Desember 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengatakan belum tahu banyak terkait memanasnya hubungan antara Iran dan Amerika Serikat. Meski begitu, ia meminta warga negara Indonesia (WNI) yang sedang ada di kedua negara tersebut untuk tetap waspada.

    "Menlu saya kira kan sudah mengumumkan untuk hati-hati kepada seluruh warga negara di sana," kata Mahfud saat ditemui di kantornya, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Januari 2020.

    Mahfud mengatakan baru mendengar kabar secara umum terkait kondisi di sana. Karena itu, ia mengatakan akan membahas hal ini dengan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi. Menurut Mahfud pemberitahuan secara detail akan segera disiapkan.

    "Soal langkah-langkah teknisnya untuk evakuasi ke mana dan sebagainya, biar saya tidak ikut berbicara sesuatu yang sifatnya teknis akan disiapkan," kata Mahfud.

    Memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran terjadi setelah kematian Jenderal Soleimani. Ia tewas dalam serangan drone yang dilancarkan Amerika Serikat atas perintah Presiden Donald Trump.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.