Di Luar Agenda, Jokowi Tinjau Penanganan Banjir di Sukajaya

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi memimpin Sidang Kabinet Paripurna bersama Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Senin, 6 Januari 2020. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi memimpin Sidang Kabinet Paripurna bersama Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Senin, 6 Januari 2020. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau penanganan banjir di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Kunjungan Jokowi ini di luar agenda yang telah ditetapkan sebelumnya. Berdasarkan agenda, Jokowi seharusnya pergi ke Kabupaten Lebak, Banten, dengan kegiatan yang sama.

    Jokowi sudah berangkat menuju Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada Selasa, 7 Januari 2020, pukul 07.29 WIB dari Istana Kepresidenan Bogor. Namun di perjalanan Jokowi memutuskan untuk terlebih dahulu menyambangi Kecamatan Sukajaya.

    Informasi mengenai keinginan Presiden untuk meninjau Kecamatan Sukajaya disampaikan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, yang mendampingi Jokowi. "Pak Yayat, Bapak Presiden ingin melihat Sukajaya. Jadi kita belok dulu," ujarnya kepada Kepala Biro Protokol Sekretariat Presiden, Yayat Hidayat, melalui pembicaraan telepon, dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Selasa, 7 Januari 2020.

    Kecamatan Sukajaya seharusnya dikunjungi Jokowi pada Ahad kemarin. Namun, batal karena faktor cuaca yang tidak memungkinkan helikopter yang membawa Jokowi mendarat.

    Dalam kunjungannya, Jokowi mengunjungi Kantor Desa Harkat, lokasi posko bantuan bagi korban. Di perjalanan menuju kantor desa, Jokowi sempat meninjau proses pembukaan akses jalan yang tertimbun longsor.

    Setelah dari lokasi itu, Kepala Negara melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, untuk memastikan penanganan bagi para warga terdampak banjir berjalan dengan baik.


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.