Kemenlu: Kasus Reynhard Sinaga Ditangani KBRI London Sejak 2017

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Reynhard Sinaga menjalankan aksinya selama dua tahun, antara Januari 2015-Mei 2017. Ia dijuluki sebagai predator dengan jumlah korban terbanyak di Inggris dan terancam hukuman penjara minimal 30 tahun hingga seumur hidup. REUTERS/The Crown Prosecution Service

    Reynhard Sinaga menjalankan aksinya selama dua tahun, antara Januari 2015-Mei 2017. Ia dijuluki sebagai predator dengan jumlah korban terbanyak di Inggris dan terancam hukuman penjara minimal 30 tahun hingga seumur hidup. REUTERS/The Crown Prosecution Service

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri mengatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia di London telah memberi perlindungan hukum kepada Reynhard Sinaga, mahasiswa S3 Indonesia di Inggris yang divonis hukuman penjara seumur hidup setelah terbukti melakukan penyerangan seksual atau perkosaan.

    "KBRI London telah melakukan penanganan kasus WNI atas nama Reynhard Tambos Maruli Tua Sinaga (Reynhard Sinaga/RS) sejak tahun 2017-2020," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir melalui pesan teks pada Selasa, 7 Januari 2020.

    Arrmanatha menjelaskan proses persidangan sudah dilakukan dalam empat tahap. Pada persidangan terakhir 6 Januari lalu, hakim memutuskan hukuman masa tahanan selama 30 tahun.

    Pada Sidang Tahap I - IV, Reynhard telah dinyatakan terbukti bersalah atas 159 dakwaan dengan rincian tindak pemerkosaan sebanyak 136 kali, usaha untuk pemerkosaan sebanyak 8 kali, kekerasan seksual sebanyak 13 kali dan kekerasan seksual dengan penetrasi sebanyak 2 kali.

    Arrmanatha mengatakan perlindungan hukum yang dilakukan KBRI London adalah memastikan Reynhard mendapat pengacara dan mendampingi selama rangkaian persidangan. Adapun perlindungan non-litigasi, dilakukan KBRI dalam bentuk kunjungan kekonsuleran selama RS di penjara serta fasilitasi pertemuan dan komunikasi keluarga dengan Reynhard dan pengacara.

    "Perlindungan perlindungan tersebut dilakukan untuk memastikan RS mendapatkan hak-haknya secara adil dalam sistem peradilan setempat," kata Arrmanatha.

    Sebelumnya, Situs independent.co.uk mewartakan Reynhard dinyatakan bersalah karena membujuk laki-laki yang ada di luar klub-klub malam di Kota Manchester, Inggris, agar datang ke apartemennya. Di tempat itu, Reynhard merekam sendiri saat dia melakukan pemerkosaan terhadap para korbannya dalam kondisi tak sadarkan diri karena pengaruh obat bius.

    Kepolisian Inggris menduga ada lebih dari 190 korban perkosaan yang dilakukan Reynhard. Dalam sidang sesi dengar, Reynhard diketahui keluar dari apartemennya pada dini hari mencari laki-laki mabuk yang sedang sendirian di sekitar klub-klub malam dekat apartemennya. Reynhard lalu berpura-pura menjadi orang baik menawarkan pada laki-laki mabuk itu apartemennya untuk tidur atau minum alkohol lebih banyak.

    Reynhard Sinaga, 36 tahun, memperkosa puluhan laki-laki di Inggris dengan memperdaya dengan obat bius. Sumber: Greater Manchester Police/PA/independent.co.uk

    Hakim Suzanne Goddard menggambarkan Reynhard sebagai setan predator seksual yang memangsa laki-laki muda. Kasusnya menjadi salah satu kasus perkosaan terbesar dalam sejarah Inggris.

    “Salah satu korban menggambarkan Anda seorang monster. Skala dan dahsyatnya pelanggaran Anda menegaskan sebuah deskripsi yang akurat,” kata Goddard.

    Sebagian besar korban Reynhard adalah heteroseksual. Mereka umumnya hanya punya sedikit ingatan atau bahkan tidak ingat sama sekali penyerangan seksual yang dialami pada mereka karena di bawah pengaruh obat bius.

    Reynhard merekam tindak kejahatannya lewat kamera ponsel. Saat korbannya keluar dari apartemen Reynhard, mereka bahkan tidak sadar telah menjadi korban perkosaan.

    Perbuatan jahat Reynhard terbongkar ketika salah satu korban tiba-tiba sadar dan menemukan dirinya sedang diperkosa Reynhard. Korban memukul pelaku lalu merebut ponsel Reynhard Sinaga untuk menelepon polisi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.