Soal Natuna, Luhut: Kalau Ada Masalah di Sana-Sini, Selesaikan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan usai menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 12 November 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan usai menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 12 November 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menegaskan dirinya tak akan kompromi jika membahas kedaulatan negara. Hal ini ia tegaskan terkait adanya manuver kapal penjaga pantai Cina di perbatasan perairan Natuna.

    "Saya mau garisbawahi ya supaya clear. Kalau menyangkut kedaulatan, kita tidak akan pernah ada kompromi. Itu aja. Kalau ada masalah di sana-sini kita selesaikan," kata Luhut saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 6 Januari 2020.

    Tak hanya melewati batas perairan, kapal Cina juga dikabarkan menyatakan wilayah yang mereka masuki adalah teritorial mereka. Pemerintah pusat telah mulai bergerak dengan menambah jumlah armada di sana.

    Meski begitu, Luhut mengaku belum mengetahui situasi terakhir di perairan yang kaya akan hasil laut itu. Sejak pertama kali terlihat di perairan Indonesia, Luhut mengatakan pemerintah telah meminta mereka untuk segera meninggalkan wilayah tersebut.

    "Tidak ada pemerintah itu mau negosiasi soal batas wilayah," kata Luhut.

    Hal ini senada dengan Presiden Joko Widodo yang mengatakan kedaulatan Indonesia di perairan Natuna tidak bisa ditawar-tawar. Menurut dia, pernyataan para menteri terkait konflik Indonesia-Cina di Laut Natuna yang menegaskan kedaulatan Indonesia sudah tepat

    Hubungan Indonesia dan Cina memanas seiring masuknya kapal penjaga pantai dan nelayan Cina ke Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia di perairan Natuna beberapa waktu lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.