Tuduhan Kurawa ke Media, Menkominfo Johnny: Buzzer Harus Bijak

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dalam perayaan Natal 2019 di kediamannya di Pondok Labu, Cilandak, Jakarta, Rabu, 25 Desember 2019.  TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dalam perayaan Natal 2019 di kediamannya di Pondok Labu, Cilandak, Jakarta, Rabu, 25 Desember 2019. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    TEMPO.CO, Jakarta - Tuduhan Rudi Valinka via akun Twitter @kurawa bahwa sejumlah media online berpengaruh menerima suap dari Gubernur DKI Anies Baswedan seputar banjir Jakarta memicu tanggapan dari Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.

    Menkominfo Johnny meminta pendengung (buzzer) bijak menggunakan media sosial, terlebih pada saat bencana alam menimpa masyarakat seperti saat ini.

    "Orang lagi bencana, gunakanlah Twitter, sosial media, FB (Facebook) atau apapun itu dengan cara cerdas dan baik," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, hari ini, Senin, 6 Januari 2020.

    Politikus Partai NasDem ini ingin buzzer jangan selalu menggunakan media sosial untuk kepentingan adu domba dan kepentingan yang tak bermanfaat.

    Banjir melanda Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi serta Banten pada 1 Januari 2020. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jumlah korban meninggal dunia per 4 Januari pukul 18.00 WIB mencapai 60 orang.

    Jagat dunia maya justru riuh karena netizen terbelah: antara yang menyalahkan Gubernur Anies Baswedan dan yang mendukungnya.

    Rudi Valinka alias Kurawa menuduh kompas.comdetik.comliputan6.com, dan kumparan.com dibayar Anies untuk memberitakan substansi yang menguntungkan Anies di seputar banjir Jakarta.

    Soal tuduhan Kurawa terhadap sejumlah media massa, Johnny menyatakan media massa yang dituduh tidak perlu takut jika pemberitannya memang benar. "Media disogok, enggak? Kenapa takut?"

    Menurut dia, jika media massa merasa difitnah maka sudah bisa masuk ranah hukum. Ia mengembalikan ke media tersebut untuk memutuskan apakah akan melaporkan penuduhnya ke polisi atau tidak.

    "Yang jelas kalau fitnah itu masalah hukum," tutur Johnny.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.