Banjir, Mendikbud Nadiem Beri Tunjangan Khusus untuk Guru 3 Bulan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memberikan sambutan pada puncak peringatan HUT Ke-74 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 30 November 2019. Acara tersebut mengangkat tema

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memberikan sambutan pada puncak peringatan HUT Ke-74 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 30 November 2019. Acara tersebut mengangkat tema " Peran strategis Guru dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia unggul. ANTARA

    TEMPO.CO, Bogor - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyebut pihaknya akan memberi tunjangan ekstra kepada guru selama 3 bulan. Hal tersebut lantaran bencana banjir di sejumlah daerah di Jakarta dan sekitarnya telah merusak sejumlah fasilitas sekolah dan menghambar proses belajar mengajar.

    "Kami sudah berencana akan melakukan tunjangan khusus bagi guru yqng terdampak banjir dan hujan, diberikan selama 3 bulan," kata Nadiem ketika mengunjungi Sekolah Dasar Negeri Cirimekar 02, Cibinong, Bogor Jawa Barat pada Senin, 6 Januari 2020.

    Nadiem menjelaskan tunjangan ini diberikan karena dia menilai kesejahteraan guru adalah hal yang sangat penting. "Saat ini masa transisi, sangat sulit untuk bantu orangtua dan anaknya beradaptasi terhadap bencana. Maka kami beri tunjangan ekstra," kata dia.

    Meski begitu, Nadiem belum bisa memastikan jumlah tunjangan guru tersebut. Ia menyebut tunjangan profesi kepada guru terdampak banjir juga tetap akan diberikan.

    Hingga saat ini, selain di DKI Jakarta, saat ini tim Kemdikbud tengah melakukan peninjauan dan pendataan sekolah terdampak banjir di wilayah Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Depok, dan Bogor, serta Kabupaten Bekasi, Bogor, Lebak, dan Bandung Barat. "Selain sekolah, tim juga melakukan pendataan siswa, guru, dan tenaga kependidikan terdampak bencana banjir," kata Nadiem.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.