Kirim 120 Nelayan ke Natuna, Mahfud MD: Kita Perkuat Kedaulatan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pergerakan kapal Coast Guard Cina terlihat melalui layar yang tersambung kamera intai saat melakukan patroli udara di Laut Natuna, Sabtu,4 Januari 2020.  Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I TNI Laksamana Madya Yudo Margono menyatakan hingga Ahad, kapal nelayan Cina masih bertahan di Laut Natuna, Kepulauan Riau. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Pergerakan kapal Coast Guard Cina terlihat melalui layar yang tersambung kamera intai saat melakukan patroli udara di Laut Natuna, Sabtu,4 Januari 2020. Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I TNI Laksamana Madya Yudo Margono menyatakan hingga Ahad, kapal nelayan Cina masih bertahan di Laut Natuna, Kepulauan Riau. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengatakan tujuan dikirimmya 120 nelayan dari pantai utara Jawa (Pantura) ke perairan Natuna, adalah untuk menegakkan kedaulatan Indonesia di sana. Masuknya kapal ikan dan kapal penjaga Cina, kata Mahfud, membuat Indonesia perlu mengambil sikap tegas untuk menegaskan kembali wilayahnya.

    "Kita sudah mulai merealisasikan, penguatan pasukan di sana. Sudah mulai bergerak," kata Mahfud seusai menerima 120 nelayan di kantornya, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 6 Januari 2020.  Kegiatan nelayan dan penghidupan nelayan di daerah saja juga ini akan ditingkatkan.

    Sejak awal pemerintahan, kata Mahfud, Jokowi telah menegaskan pentingnya menjaga kedauluatan Indonesia di perarian yang kaya hasil laut itu. Pada Jumat pekan lalu, Menteri Sekretariat Kabinet Pratikno, mendatangi Mahfud dan kembali membahas hal ini. "(Pratikno) menyatakan bahwa sikap pemerintah tidak bergeser untuk kedaulatan itu. Dan minta agar kehadiran negara di sana direalisasikan."

    Mahfud mengatakan akan berkoordinasi lebih jauh dengan instansi terkait seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Dalam Negeri, juga Pemerintah Daerah setempat. Ia menjamin aktivitas nelayan di perairan Natuna, akan dijaga oleh komponen keamanan negara.

    Ia menegaskan bahwa langkah ini adalah upaya penegakan kedaulatan Indonesia, bukan langkah mengajak perang Cina. Urusan hubungan perekonomian, hingga hubungan kebudayaan, dengan Cina tetap dilanjutkan seperti biasa."Yang jelas kita tidak dalam suasana berperang karena memang kita tidak punya konflik dengan Cina. Tidak berperang kita," kata Mahfud MD.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.