Kasus-kasus yang Ditangani Penyidik KPK Novel Baswedan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kolas sketsa yang dbuat Tempo dengan foto salah satu pelaku penyiraman air keras Penyidik KPK Novel Baswedan. Polisi menangkap kedua pelaku berinisial RM dan RB pada Kamis malam, 26 Desember 2019 di Depok. Tempo, ANTARA

    Kolas sketsa yang dbuat Tempo dengan foto salah satu pelaku penyiraman air keras Penyidik KPK Novel Baswedan. Polisi menangkap kedua pelaku berinisial RM dan RB pada Kamis malam, 26 Desember 2019 di Depok. Tempo, ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Gabungan Pencari Fakta menyimpulkan enam kasus high profile yang berpotensi terkait dengan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Mereka menduga Novel mendapat serangan karena terkait dengan pekerjaannya selama ini sebagai penyidik senior di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Berikut enam kasus yang ditangani Novelitu:


    - Korupsi E-KTP

    Novel memimpin penyelidikan terhadap korupsi E-KTP senilai Rp 2,3 triliun yang menyeret nama bekas Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. Ketika itu, KPK juga menyeret orang kepercayaan Setya, Fahd El Fouz yang diduga pernah menarik uang Rp 18 miliar di hari yang sama ketika Novel disiram air keras.

    - Suap Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar

    Novel pernah menyelidiki kasus suap penanganan gugatan sejumlah pemilihan kepela daerah yang menjerat ketua Mahkamah Konstritusi waktu itu, Akil Mochtar. KPK menemukan bahwa Akil menerima uang Rp 3 miliar sehubungan dengan permohonan keberatan hasil Pilkada Kabupaten Gunung Mas. Tiga tahun kemudian KPK juga menangkap Hakim MK Patrialis Akbar yang menerima suap dari pengusaha impor daging Basuki Hariman.

    - Suap Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi

    Nurhadi dijerat lantaran menerima gratifikasi berkaitan dengan pengurusan perkara perdata di Mahkamah Agung senilai Rp 46 miliar.

    - Suap Bupati Buol Amran Batalipu

    Ini kasus suap surat rekomendasi tentang izin usaha perkebunan dan hak guna usaha perkebunan untuk PT Hardaya Inti Plantation dan PT Cipta Cakra Mudaya. Dalam kasus ini KPK menemukan bukti hadiah senilai Rp 3 miliar.

    - Suap Wisma Atlet

    Kasus suap Wisa Atlet ini menyeret nama mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin bersama Mindo Rosalina Manulang.

    - Kasus Sarang Burung walet

    Kasus burung walet yang terjadi di Bengkulu ini ditangani Novel Baswedan ketika masih menjabat sebagai anggota kepolisian. Novel dituduh menganiaya sejumlah tersangka.

    AVIT HIDAYAT | BERBAGAI SUMBER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.