Novel Baswedan Sempat Lihat Dua Pelaku Penyerangan di Dekat Rumah

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelaku penyiraman air keras Penyidik KPK Novel Baswedan dibawa petugas untuk dipindahkan ke Bareskrim Mabes Polri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu, 28 Desember 2019. Kapolri Idham Azis pun mengapresiasi kerja tim teknis Polri yang mengusut kasus ini. ANTARA

    Pelaku penyiraman air keras Penyidik KPK Novel Baswedan dibawa petugas untuk dipindahkan ke Bareskrim Mabes Polri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu, 28 Desember 2019. Kapolri Idham Azis pun mengapresiasi kerja tim teknis Polri yang mengusut kasus ini. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Novel Baswedan mengaku sempat melihat dua orang tersangka penyiraman air keras kepadanya sebelum kejadian. Ia mengaku sempat melihat kedua tersangka berada di seberang rumahnya.

    "Saat saya baru keluar rumah untuk berangkat ke masjid menunaikan salat subuh, saya melihat dua pelaku ini di seberang jalan," kata Novel seperti dikutip dari Majalah Tempo edisi 6 Januari 2020.

    Saat itu, menurut Novel, keduanya tidak memakai helm. Satu orang tengah melihat ke arah Novel, sedangkan satunya seolah sedang senam karena saat itu ada seorang ibu yang lewat.

    Salah seorang pelaku, kata Novel, berambut agak panjang, berperawakan tinggi dan berkulit putih. Satu orang lagi menurutnya tidak terlalu tinggi dan berkulit gelap.

    Namun Novel tidak ingin menarik kesimpulan bahwa kedua tersangka saat ini betul-betul pelakunya. "Saya tidak bisa mengambil kesimpulan di awal-awal apakah ini orang yang sama atau tidak. Saya berpesan, jangan melupakan fakta objektif," ujarnya.

    Hari ini, Senin, 6 Januari 2020, Kepolisian Daerah Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan kasus Novel Baswedan. Novel akan diperiksa sebagai saksi korban dalam kasus penyiraman air keras terhadap dirinya.

    Pemeriksaan ini akan menjadi kali pertama bagi Novel Baswedan setelah polisi menangkap dua tersangka penyerangnya pada akhir Desember 2019. Keduanya adalah dua anggota Brigade Mobil Polri berinisial RB dan RM.

    Baca berita selengkapnya di Majalah Tempo, "Jejak Gelap Dua Brigadir".


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.