Selasa, 23 Oktober 2018

Ribuan Pelayat Mulai Datang ke Rumah Rachman Halim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kediri:Sehari setelah Rachman Halim, Presiden Komisaris PT Gudang Garam (GG) Tbk, menghembuskan nafas terakhirnya, suasana duka masih menyelimuti rumah kediaman almarhum di Jalan Demak nomor 1 yang berada di tengah-tengah lokasi pabrik rokok terbesar di Asia itu, Senin (28/7). Ribuan tamu pelayat sejak pagi terus membanjiri rumah berpagar besi dengan tinggi sekitar 4 meter itu. Namun para wartawan masih dilarang memasuki rumah duka."Kami mohon maaf jika hingga kini belum bisa memperkenankan rekan-rekan wartawan memasuki rumah duka. Itu atas permintaan keluarga. Mohon bisa dipahami," kata Mochamad Sokip, Satpam rumah almarahum, Senin (28/7).Para tamu yang terlihat mendatangi rumah duka diantaranya dari kalangan Muspida Kota dan Kabupaten Kediri yang dipimpin Bupati Kediri Sutrisno dan Walikota Kediri A Maschut. Selain itu juga para pejabat perkantoran dan pengusaha di kawasan Kediri. Jajaran direktur, para petinggi dan staf unit-unit kerja di lingkungan Gudang Garam juga berdatangan dengan mengenakan seragam kerja berwarna putih biru.Berdasarkan kesaksian salah seorang staf PT Gudang Garam Tbk, yang berada di rumah duka, ratusan pelayat masih memadati rumah yang di halamannya terdapat patung barongsai besar berwarna putih itu. Satu per satu mereka memasuki tempat persemayaman jenasah yang diletakkan di antara ruang tamu dan ruang keluarga.Feni Olivia, istri almarhum didampingi anak-anak almarhum terlihat menerima ucapan duka cita dari para pelayat. Mereka mengenakan busana putih-putih tanda berkabung dalam budaya Cina. Novi, salah seorang putri almarhum beserta kerabat dekat terlihat menjaga peti jenasah yang terbuat dari kayu jati berukir dengan warna kecoklatan semabri menerima ucapak duka cita dari pelayat."Melihat suasana di rumah duka, saya rasanya ingin sekali menangis. Pak Rachman Halim itu sudah seperti bapaknya seluruh karyawan di Gudang Garam," kata staf PT Gudang Garam yang keberatan disebutkan namanya, saat dihubungi via telepon.Menurut dia, sejak kemarin para pelayat terus berdatangan hingga hari ini. Dia memperkirakan jumlahnya sudah mencapai ribuan. Sejumlah pejabat dan tokoh nasional dijadwalkan juga akan turut memberikan penghormatan terakhir pada almarhum. Sementara, di halaman dan di sepanjang jalan menuju rumah duka, ratusan karangan bunga tanda duka cita dari berbagai kalangan terus berdatangan. DWIDJO U. MAKSUM

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.