Kompas.com Sangkal Tuduhan Akun Kurawa soal Anies Baswedan

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut mengangkut sampah pasca banjir di Jalan Kerja Bakti RT009/RW07 Makasar, Jakarta Timur, Ahad, 5 Januari 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut mengangkut sampah pasca banjir di Jalan Kerja Bakti RT009/RW07 Makasar, Jakarta Timur, Ahad, 5 Januari 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta-Pemimpin Redaksi kompas.com Wisnu Nugroho menampik tudingan akun Twitter @kurawa soal pemberitaan portal berita tersebut mengenai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

    Wisnu membantah bahwa medianya sudah dibayar Anies untuk memuat berita barnada positif. "Tuduhan itu tidak benar," kata dia saat dihubungi, Ahad, 5 Januari 2019.

    Wisnu mempertanyakan informasi yang menjadi dasar tuduhan akun Twitter dengan pemilik yang menamakan dirinya Rudi Valinka itu. Wisnu berujar akan meminta klarifikasi kepada Rudi. "Pertama-tama klarifikasi soal data yang jadi dasar tuduhannya, karena sejauh saya tahu, tidak benar tuduhan itu," kata dia.

    Sebelumnya, akun Twitter @kurawa pada 5 Januari 2020 pukul 12.15 WIB mengunggah empat tangkapan layar berita dari kompas.com, detik.com, liputan6.com, dan kumparan.com.

    Semua berita dari media itu memuat peristiwa saat warga meneriaki Anies sebagai Gubernur rasa presiden kala mengikuti kerja bakti di Kelurahan Makasar, Jakarta Timur, hari ini. Adapun berita yang dimuat kompas.com berjudul 'Anies Kerja Bakti saat Hujan di Kelurahan Makasar, Warga: Gubernur DKI Rasa Presiden.'

    Akun Twitter @kurawa menulis tudingan bahwa Anies telah membayar media tersebut dengan uang ratusan juta. "Diketawain sama orang advertising media neh, Gabener briefing beritanya serupa gini : Jorok banget caranya guyur ratusan juta beli berita disemua media online kagak mutu gini," seperti dikutip dari cuitan @kurawa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.