Terhalang Hujan, Jokowi Batal Sambangi Desa Kebanjiran Terparah

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo meninjau Waduk Pluit, Jakarta Utara, Jumat 3 Januari 2020. Presiden ingin memastikan semua alat penanganan banjir yang ada di Waduk tersebut berfungsi secara optimal. Waduk ini dilengkapi dengan pompa yang  fungsi utamanya pada saat kondisi banjir dan pasang air laut (rob), dimana air akan dipompa dari Waduk Pluit ke laut. Foto/Biro Pers

    Presiden Joko Widodo meninjau Waduk Pluit, Jakarta Utara, Jumat 3 Januari 2020. Presiden ingin memastikan semua alat penanganan banjir yang ada di Waduk tersebut berfungsi secara optimal. Waduk ini dilengkapi dengan pompa yang fungsi utamanya pada saat kondisi banjir dan pasang air laut (rob), dimana air akan dipompa dari Waduk Pluit ke laut. Foto/Biro Pers

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo membatalkan kunjungannya ke Desa Sukajaya, Bogor, Jawa Barat, salah satu terdampak banjir, pada Ahad, 5 Januari 2020.  Staf khusus milenial Jokowi bidang sosial, Angkie Yudistia, mengatakan Jokowi sudah berada di Bogor untuk berangkat menuju Sukajaya.

    Rombongan Jokowi rencananya menuju lokasi dengan menggunakan helikopter milik TNI. Namun belum berapa lama, kata Angkie, hujan mulai mengguyur. Angkie dan rombongan berhasil sampai di lokasi. Namun Jokowi terpaksa membatalkan kunjungannya, karena faktor keselamatan. "Cuaca berubah. Kebetulan 2 heli sudah turun, saat Presiden mau turun tiba-tiba hujan gede sekali dan berkabut. Hujan berhenti dan hujan lagi terus menerus begitu," kata Angkie saat dihubungi wartawan.

    Dalam Instagram Story pribadinya, Angkie mengatakan tak sempat mengambil foto saat berada di Sukajaya. Hujan yang deras menghambat gerakan mereka. Angkie sempat menunjukkan foto saat ia berada di helikopter untuk perjalanan pulang. Nampak awan hitam dan jarak pandangan tak terlalu jauh.

    Demi keselamatan, Jokowi kembali ke Bogor. "Dua heli yang isnya bantuan untuk warga langsung dibagikan," kata Angkie.

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat setidaknya tujuh warga Sukajaya tewas saat banjir besar melanda pada 1 Januari 2020. Para korban tewas akibat terseret arus banjir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.