Kapolri Terbitkan Telegram Penanganan Korupsi di Daerah

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kepolisian RI Jenderal Idham Azis dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meninjau lokasi kedua yang terendam banjir di kawasan Benhil, Jakarta Pusat pada Jumat, 3 Januari 2020. TEMPO/Andita Rahma

    Kepala Kepolisian RI Jenderal Idham Azis dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meninjau lokasi kedua yang terendam banjir di kawasan Benhil, Jakarta Pusat pada Jumat, 3 Januari 2020. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Polri atau Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan Surat Telegram (TR) tertanggal 31 Desember 2019 mengenai prosedur penanganan tindak pidana korupsi yang berasal dari laporan atau pengaduan masyarakat. "Untuk melakukan program pencegahan korupsi sekaligus penindakan terhadap korupsi," kata Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Listyo Sigit, Sabtu malam, 4 Januari 2020.

    Listyo mengatakan tujuan penerbitan surat telegram ini adalah untuk menjelaskan tentang tindakan yang harus dihindari guna mencegah korupsi dan prosedur penanganan laporan tindak pidana korupsi yang melibatkan pemerintah daerah serta permasalahan dana desa.

    Surat telegram Kapolri memuat poin-poin yakni langkah-langkah penanganan laporan atau pengaduan masyarakat yang berindikasi tindak pidana korupsi pada penyelenggaraan pemerintahan daerah, langkah-langkah pencegahan, pengawasan, dan penanganan permasalahan dana desa, serta peningkatan profesionalitas dan integritas personel Polri dalam pencegahan, penyelidikan, dan penyidikan tindak pidana korupsi.

    Surat telegram ditandatangani oleh Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo atas nama Kapolri Jenderal Idham Azis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI Nyatakan Vaksin Covid-19 Sinovac Berstatus Halal, Ini Alasannya

    Keputusan halal untuk vaksin Covid-19 itu diambil setelah sejumlah pengamatan di fasilitas Sinovac berikut pengawasan proses pembuatan secara rinci.