HUT ke-47, Tiga Strategi PPP Agar Tetap Eksis di Panggung Politik

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal PPP kubu Muktamar Jakarta Sudarto (kiri) dan Sekretaris Jenderal PPP Muktamar Surabaya Arsul Sani di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Sabtu, 14 Desember 2019. TEMPO/Putri.

    Sekretaris Jenderal PPP kubu Muktamar Jakarta Sudarto (kiri) dan Sekretaris Jenderal PPP Muktamar Surabaya Arsul Sani di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Sabtu, 14 Desember 2019. TEMPO/Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam perayaan hari jadi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ke47, Pelaksana tugas Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa berharap, partainya akan tetap eksis hingga waktu-waktu mendatang. "Saya berharap kita tidak pernah hilang sebagai partai politik peserta pemilu dan memenangkannya," kata Suharso, Sabtu malam, 4 Januari 2020.

    Pada Pemilu 1999, PPP meraup 11 juta lebih pemilih. Partai ini mendapat 12,55 persen suara dan 58 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat. Namun, pada Pemilu 2019, partai kakbah menempati posisi terbawah dengan perolehan kursi di DPR hanya sebanyak 19 kursi. Perolehan suaranya pun janya 4,52 persen, mepet dengan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4 persen.

    PPP mempersiapkan strategi agar tetap eksis di panggung politik. Berikut adalah strategi itu:

    1. Merangkul segmen pemilih milenial.

      Kader-kader PPP diminta untuk mengajak anak-anaknya bergabung dengan partai kakbah ini.

    2. Menggaet milenial secara ideologis dengan mengamalkan nilai-nilai keislaman.
      "Kami tetap mempertahankan mengamalkan keislaman kami sepanjang partai ini ada," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional ini.

    3. Menyasar segmen pemilih lamanya.

      Suharso berharap, pemilih-pemilih PPP tahun 1999 masih ada hingga saat ini dan menjadi basis yang menguatkan partainya. Ia mengakui telah meninggalkan generasi lama pendukung partai itu. "Mungkin kesalahan kami juga meninggalkan, menganggap itu generasi-generasi lama.”

      Belakangan, PPP menyadari pentingnya pendukung lama. “Mereka sesungguhnya adalah pemegang tonggak eksistensi partai ini."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...