Anak Buah Anies Sombongkan Besaran Sumbangan untuk Korban Banjir

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Dari kiri) Sekretaris Dinas Sumber Daya Air Pemprov DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin; Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Harry Tirto Djatmiko; Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah; psikolog Muhammad Iqbal; pakar hidrodinamika ITB yang juga anggota TGUPP DKI Jakarta Muslim Muin; dan Direktur Program ACT Wahyu Novyan dalam diskusi bertajuk

    (Dari kiri) Sekretaris Dinas Sumber Daya Air Pemprov DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin; Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Harry Tirto Djatmiko; Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah; psikolog Muhammad Iqbal; pakar hidrodinamika ITB yang juga anggota TGUPP DKI Jakarta Muslim Muin; dan Direktur Program ACT Wahyu Novyan dalam diskusi bertajuk "Banjir Bukan Takdir?" di kawasan Bidara Cina, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Sabtu, 4 Januari 2020. TEMPO/Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta-Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Muslim Muin, mengaku tak masalah dianggap sombong lantaran menyebutkan besaran sumbangan Rp 1 juta yang dia berikan untuk korban banjir di kawasan Bidara Cina, Kampung Melayu, Jakarta Timur pada hari ini, Sabtu, 4 Januari 2020.

    Kehadiran Muslim di kawasan tersebut sekaligus menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk Banjir Bukan Takdir? yang diselenggarakan di Sasana Krida Karang Taruna Bidara Cina. Diskusi ini merupakan siaran saban pekan di radio MNC Trijaya. "Ria (sombong) enggak apa-apa dicap ria, saya sombong memang saya kaya kok," kata Muslim menanggapi pertanyaan pembawa acara Margi Syarief.

    Dalam diskusi itu hadir pula Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Arwani Thomafi, Kepala Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Bambang Surya Putra, Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Harry Tirto Djatmiko.

    Kemudian psikolog Muhammad Iqbal, Direktur Program Aksi Cepat Tanggap Wahyu Novyan, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Jaya Sayid Iskandarsyah, dan Sekretaris Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin.

    Awalnya, Muslim mempersoalkan mengapa para pihak tak merasa bersalah dan malah saling menyalahkan soal banjir yang melanda Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

    Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI ini mengaku tak ingin menyalahkan Anies Baswedan atau Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun dia mempermasalahkan mengapa narasumber yang hadir di diskusi itu tak meminta maaf.

    "Saya enggak ingin inilah, ini salahnya Pak  Anies, Pak Jokowi. Salah kita semua. Tapi tadi kita enggak ada yang merasa salah," ujar pakar hidrodinamika Institut Teknologi Bandung ini.

    Muslim kemudian mengatakan cuma dirinya yang merasa bersalah dan meminta maaf kepada warga. Bukan hanya itu, dia menyinggung pula besaran uang yang dia sumbangkan. "Enggak ada permintaan maaf ke korban atau apa. Cuma prihatin, prihatin. Ada enggak yang satu juta, cuma saya yang satu juta. Iya kan?" kata dia.

    Muslim mengimbuhkan, dia juga akan menyumbangkan uang honornya dari diskusi itu kepada korban. "Satu lagi, honor saya hari ini, kalau ada honor, karena saya lihat banyak sekali sponsornya, pasti ada honornya nih, buat korban," ujarnya.

    "Buat korban ya, Pak? Oke tepuk tangan untuk orang kaya," kata moderator Margi Syarief.

    Saat Muslim melontarkan kalimatnya itu, sejumlah narasumber lain terlihat menahan tawa. Bambang Surya Putra dari BNPB yang duduk di belakang Muslim tampak terkekeh pelan.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...