Cuaca Buruk, Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kapal tenggelam. AFP/Pedro Pardo

    Ilustrasi kapal tenggelam. AFP/Pedro Pardo

    TEMPO.CO, Kupang - Kapal Aditya yang dinakhodai oleh Samsudin bersama tiga anak buah kapal, lima orang penumpang dan seorang guide tenggelam di Pulau Bidadari, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 4 Desember 2020. Kapal karam setelah dihantam gelombang tinggi. 

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah NTT Komisaris Besar Johannes Bangun mengatakan Kapal Aditya berangkat dari pelabuhan Labuan Bajo pada Kamis, 2 Januari 2020 menuju Perairan Taman Nasinal Komodo untuk melakukan trip selama 3 hari dengan rute Pulau Kelor, Menjerite, Pulau Rinca dan Pulau Kalong. 

    Pada Sabtu pukul 07.00 WITA, kapal bertolak dari perairan Siaba menuju Labuan Bajo. Sekitar pukul 09.45, setelah kapal tiba di perairan Bidadari, tiba-tiba muncul badai dan langsung menghantam kapal hingga tenggelam.

    Kapten Kapal Aditya mengontak melalui radio ke Kapal Lapiret yang saat itu melintas untuk meminta bantuan mengevakuasi korban dan ABK. Kemudian Speed Boat Lapiret dengan cepat mendatangi kapal yang tenggelam untuk mengevakuasi Korban. 

    Pada pukul 10.00 WITA, 3 orang korban dibawa menggunakan speed boat menuju Pelabuhan Pelni. Pada pukul 11.25 WITA, 3 org korban dilarikan ke Rumah Sakit Siloa. Pada pukul 11.35, 2 orang korban tiba Pelabuhan Pelni dan langsung  dilarikan menuju Rumah Sakit Siloam. Korban adalah  Samsudin, 42 tahun; Zakariad Betha, 29 tahun;  Syafrudin, 30 tahun;  Albert; Anti; Pya; Cinta; Kokoh Sumarto; dan Adifa.

    Kepala Kepolisian Resor Manggarai Barat Ajun Komisaris Besar Handoyo Santoso bersama beberapa anggota Polisi Air Mabes Polri dengan menggunakan speed boat langsung terjun tempat kejadian perkara untuk megevakuasi korban. 

    Menurut Yohannes Bangun tenggelamnya kapal Kapal Aditya karena cuaca buruk serta kelalaian dari kapten kapal yang berusaha menembus tingginya gelombang sehingga keseimbangan kapal tidak terkendali.  "Saat ini, kondisi 9 orang korban berdasarkan hasil pemeriksaan medis dalam keadaan baik dan sehat," katanya.

    YOHANES SEO

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?