Beri Bantuan ke Korban, Wamendes Budi: Stop Politisasi Banjir

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Banjir hari keempat di kawasan Teluk Gong, Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu, 4 Januari 2020. TEMPO/Lani Diana

    Banjir hari keempat di kawasan Teluk Gong, Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu, 4 Januari 2020. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi meminta semua pihak membantu korban banjir besar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi serta Banten. Ia meminta bencana banjir ini tidak dipolitisasi.

    "Saatnya kita hentikan politisasi banjir. Waktunya gotong royong untuk membantu rakyat," kata Budi Arie dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 4 Januari 2020.

    Budi bersama sejumlah jajarannya pada hari ini menyerahkan bantuan untuk korban banjir yang berada di Kelurahan Rawajati dan Kelurahan Pengadegan, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan. Bantuan yang Kementerian Desa berikan berupa makanan dan obat-obatan.

    "Kami ingin peduli pada lingkungan. Lokasi- lokasi itu dekat dengan kantor kami di Kalibata. Peduli lingkungan penting. Terutama lingkungan terdekat," kata Budi.

    Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per hari ini, hingga pukul 10.00, jumlah pengungsi akibat banjir yang melanda Jabodetabek mencapai 173.064 orang dan 53 orang meninggal. Dari jumlah tersebut, di Provinsi DKI Jakarta terdapat 11.474 pengungsi dan sembilan korban jiwa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.