Banjir Lebak, Muhadjir Effendi Minta Pemda Buat Sekolah Darurat

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah relawan membantu warga menyeberangi Sungai Ciberang untuk dievakuasi ke tempat aman di Kampung Susukan, Lebak, Banten, Kamis 2 Januari 2020. Proses evakuasi warga hanya bisa mengandalkan perahu karet karena jembatan penghubung di lokasi itu hancur diterjang banjir bandang hari Rabu (1/1). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

    Sejumlah relawan membantu warga menyeberangi Sungai Ciberang untuk dievakuasi ke tempat aman di Kampung Susukan, Lebak, Banten, Kamis 2 Januari 2020. Proses evakuasi warga hanya bisa mengandalkan perahu karet karena jembatan penghubung di lokasi itu hancur diterjang banjir bandang hari Rabu (1/1). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

    TEMPO.CO, Lebak - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendi bakal memastikan anak-anak korban bencana banjir bandang di Kabupaten Lebak tetap bisa belajar.

    "Meski kondisi apapun, anak-anak itu tetap harus belajar," kata Muhadjir saat meninjau pengungsian korban bencana banjir bandang di Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Sabtu, 4 Januari 2020.

    Bencana alam yang terjadi di Kabupaten Lebak, kata Muhadjir, hendaknya tidak menjadikan halangan maupun gangguan bagi anak-anak untuk belajar di sekolah. Presiden Joko Widodo pun berpesan agar anak-anak sekolah tetap bisa belajar dan menimba ilmu pengetahuan.

    Muhadjir mengatakan dalam kondisi apapun, anak-anak itu tetap harus belajar. Sebab, jika mereka lama tidak belajar, maka cukup berat untuk mengembalikan suasana anak-anak untuk kembali belajar.

    Karena itu, Muhadjir meminta pemerintah daerah mendirikan sekolah darurat agar anak-anak bisa mengikuti proses kegiatan belajar. "Kita memrioritaskan anak-anak itu bisa kembali belajar meski kondisi darurat," kata dia

    Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi mengatakan jumlah sekolah yang rusak berat diterjang banjir bandang dan tanah longsor sebanyak tiga sekolah antara lain SDN I dan SDN II Desa Banjarsari serta SMPN 4 Lebak Gedong, Kecamatan Lebak Gedong.

    Kondisi gedung sekolah tersebut, kata dia, tidak bisa difungsikan kembali sebagai tempat kegiatan belajar mengajar karena kondisinya total rusak berat akibat banjir. Namun, pemerintah daerah siap mendirikan sekolah darurat dengan lokasi yang tidak jauh dari sekolah yang lama. "Kami menjamin anak-anak bisa belajar di sekolah, kendati kondisinya darurat," kata Kaprawi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.