BMKG: Potensi Bencana di Luar Jakarta Kini Perlu Jadi Perhatian

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melintasi banjir yang menggenangi kawasan Pasar Baru di Jakarta, Kamis 2 Januari 2020. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Januari 2020, terdapat 63 titik banjir di wilayah DKI Jakarta dan secara keseluruhan terdapat 169 titik banjir untuk Jabodetabek dan Banten. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Pengunjung melintasi banjir yang menggenangi kawasan Pasar Baru di Jakarta, Kamis 2 Januari 2020. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Januari 2020, terdapat 63 titik banjir di wilayah DKI Jakarta dan secara keseluruhan terdapat 169 titik banjir untuk Jabodetabek dan Banten. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan potensi bencana di luar Jakarta juga perlu menjadi perhatian pada saat ini. Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Hary Tirto Djatmiko mengatakan pihaknya memperkirakan hujan lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah di Indonesia dalam 3-5 hari mendatang.

    "Kalau sekarang saya ditanya saat ini, malah saya konsentrasi di luar Jakarta. Itu yang perlu lebih menjadi perhatian sebetulnya," kata Hary di kawasan Bidara Cina, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Sabtu, 4 Januari 2020.

    Beberapa wilayah yang diperkirakan mengalami hujan lebat, petir, dan angin kencang adalah wilayah Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Begitu pula Kalimatan bagian selatan, dan Sulawesi.

    Hary tak merinci potensi bencana yang mengancam. Ia mengatakan potensi bencana berbeda-beda di setiap wilayah.
    Meski begitu, Hary mengatakan ada sejumlah kategori daerah yang perlu menjadi perhatian. "Yang perlu menjadi concern-nya itu yang daerah langganan dulu, baik itu banjir, genangan, maupun longsor. Terus baru areanya: daerah cekungan, bantaran kali dan dataran rendah dekat pantai," kata dia.

    Hary menjelaskan dataran rendah dekat pantai juga perlu waspada dengan adanya potensi air pasang maksimal. Namun dia mengingatkan bahwa rob pun terjadi tanpa adanya hujan.

    Ia pun berharap masyarakat terus waspada dan memantau informasi resmi dari pihaknya. Hary juga meminta masyarakat mengakses informasi terbaru.

    Menurut Hary, BMKG memberikan informasi secara rutin saban tiga hari dan sehari sekali. Selain itu, ada informasi tiga jam sebelum perkiraan peristiwa. Masyarakat pun diimbau siaga jika sudah menerima pesan berantai (broadcast) 3 jam sebelum peristiwa dari BMKG setidaknya sebanyak 4 kali. "Dan jika hujan lebih dari tiga jam bahkan lima jam, intensitas sedang-lebat bahkan sangat lebat, maka kewaspadaan ditingkatkan jadi kesiagaan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.