TGUPP Minta Jokowi Tangkap Hujan di Bogor: Bukan Tugas Anies, Bos

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi banjir di Kampung Pulo, Jakarta Timur, 2 Januari 2020. Tempo/Imam Hamdi

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi banjir di Kampung Pulo, Jakarta Timur, 2 Januari 2020. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Muslim Muin, meminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan para menterinya menangkap hujan di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat untuk mengatasi ancaman banjir di Jakarta.

    Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta ini mengatakan, hal itu merupakan tugas pemerintah pusat, bukan Anies.

    "Kurangi debit banjir itu tangkap hujannya, tidak hanya di sini, di sana tuh, di Puncak, di Bogor. Siapa yang bisa perintahkan tangkap hujan itu? Bukan tugas Pak Anies itu, pemerintah pusat bos. Presiden sama menterinya," kata Muslim dalam acara diskusi di kawasan Bidara Cina, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Sabtu, 4 Januari 2020.

    Muslim juga berkukuh bahwa yang mesti dilakukan adalah naturalisasi, bukan normalisasi. Ia mengatakan naturalisasi merupakan sebuah keharusan, sedangkan normalisasi keterpaksaan.

    Pakar hidrodinamika Institut Teknologi Bandung ini juga mengaku menyampaikan ke Anies bahwa naturalisasi merupakan satu-satunya jalan agar Ibu Kota tidak banjir. Muslim mengklaim, Anies sudah menjalankan naturalisasi tersebut.

    Meski begitu, Muslim mengatakan Anies juga tidak antinormalisasi. Buktinya, Anies tetap menggunakan pompa-pompa untuk mengalirkan air ke laut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Kalsel: 10 Wilayah Tergenang, Tak Sekadar Karena Curah Hujan

    Banjir di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan tak hanya disebabkan curah hujan deras. Banjir Kalsel itu juga disebabkan susutnya hutan.