Korban Meninggal Banjir Jabodetabek Menjadi 53 Orang

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga melintasi banjir di kawasan Kampung Baru, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis, 2 Januari 2020. Banjir yang terjadi sejak Rabu kemarin masih merendam kawasan itu hingga ketinggian leher orang dewasa. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Seorang warga melintasi banjir di kawasan Kampung Baru, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis, 2 Januari 2020. Banjir yang terjadi sejak Rabu kemarin masih merendam kawasan itu hingga ketinggian leher orang dewasa. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan longsor di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dan Banten kembali bertambah. Per Sabtu, 4 Januari 2020 pukul 10.00, warga yang meninggal mencapai 53 orang.

    "Korban meninggal dunia tercatat per 4 Januari 2020, pukul 10.00 WIB menjadi 53 orang dan 1 (satu) orang hilang," kata Agus dalam keterangan tertulis, Sabtu, 4 Januari 2020.

    Menurut Agus, penambahan korban meninggal dunia terjadi di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Bogor. "Untuk di Kabupaten Bogor lima orang meninggal, namun identitas masih belum diketahui," ucap dia.

    Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi mencapai 173.064 orang atau 39.627 kepala keluarga.

    Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB Bambang Surya Putra menjelaskan ketinggian air saat ini di sejumlah daerah sudah mulai surut. Ada sejumlah wilayah yang drainasenya tertutup lumpur sehingga air harus dipompa

    "Tapi itu enggak banyak. Secara umum di sungai sendiri sudah turun. Namun Ada beberapa bagian sungai di Bekasi dan Kabupaten Bogor itu memang tanggulnya jebol. Jadi itu lagi ditangani," kata Bambang dalam diskusi Banjir Bukan Takdir di Bidara Cina, Jakarta Timur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.