Lima Kapal Perang Indonesia Amankan Perairan Natuna

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KRI Teuku Umar-385 melakukan peran muka belakang usai mengikuti upacara Operasi Siaga Tempur Laut Natuna 2020 di Pelabuhan Pangkalan TNI AL Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Jumat, 3 Januari 2020. Operasi siaga tempur itu dilaksanakan oleh Komando Armada (Koarmada) 1 dan Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau) 1. ANTARA/M Risyal Hidayat

    KRI Teuku Umar-385 melakukan peran muka belakang usai mengikuti upacara Operasi Siaga Tempur Laut Natuna 2020 di Pelabuhan Pangkalan TNI AL Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Jumat, 3 Januari 2020. Operasi siaga tempur itu dilaksanakan oleh Komando Armada (Koarmada) 1 dan Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau) 1. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Tanjungpinang - Lima Kapal Republik Indonesia mengamankan Perairan Natuna, Kepulauan Riau. Ini dilakukan terkait kapal Cina yang memasuki perairan Natuna.

    "Tiga KRI sejak beberapa hari lalu sudah berada di Natuna, dan hari ini dua KRI dari Jakarta sudah tiba di Natuna," ujar Kepala Dispen Lantamal IV/Tanjungpinang, Mayor Marinir Saul Jamlaay, di Tanjungpinang, Sabtu, 4 Januari 2020.

    Saul menegaskan kondisi di Natuna saat ini aman. Seluruh kapal asal Cina sudah diusir dari Perairan Natuna. Selain KRI, pengamanan juga dilakukan dengan menggunakan pesawat intai maritim.

    "Kondisi sekarang landai, sudah aman. Namun perairan di Natuna tetap dikawal ketat," tuturnya. Saul mengemukakan Lantamal IV/Tanjungpinang memberi bantuan logistik dalam pelaksanaan operasi pengamanan di Natuna.

    Menurut Saul, permasalahan kapal-kapal asal Cina yang masuk ke Natuna menjadi perhatian negara. Lantamal IV/Tanjungpinang memberi perhatian khusus terhadap permasalahan itu sejak lama.

    "Kami memberi perhatian khusus terhadap pengamanan di daerah perbatasan, seperti di Natuna," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.