Data Sementara BNPB: 46 Orang Meninggal Akibat Banjir Jabodetabek

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana di Enam Daerah

    Gubernur Jabar Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana di Enam Daerah

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 46 orang meninggal akibat bencana banjir hingga tanah longsor yang terjadi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) serta Banten.

    Data yang terkumpul hingga Jumat, pukul 23.00 WIB juga mencatat 173.064 orang mengungsi. Kepala Pusat Data dan Komunikasi BNPB Agus Wibowo juga mengatakan ada penambagakan lokasi pengungsian.

    Berdasarkan rekapitulasi dampak banjir dan longsor BNPB per Jumat, 3 Januari 2020, pukul 23.00 WIB, Kabupaten Bekasi terdampak banjir paling luas, mencakup 18 kecamatan.

    Selanjutnya DKI Jakarta mencakup 17 kecamatan, Kabupaten Bogor 13 kecamatan, Kota Tangerang 13 kecamatan, Kota Bekasi 12 kecamatan, Kota Depok 11 kecamatan, Kabupaten Lebak enam kecamatan, Kota Bogor enam kecamatan, dan Kota Tangerang Selatan enam kecamatan.

    Sedangkan jumlah pengungsi terbanyak tercatat ada di Kota Bekasi mencapai 149.537 jiwa yang tersebar di 97 titik pengungsian. Lalu DKI Jakarta mencapai 11.474 jiwa tersebar di 66 titik pengungsian. 

    Selanjutnya di Kabupaten Bekasi mencapai 2.800 pengungsi berada di satu titik pengungsian, di Kabupaten Bogor mencapai 2.173 jiwa berada di dua titik pengungsian, di Kabupaten Lebak 1.500 jiwa berada di empat titik pengungsian dan Kota Depok tercatat 105 pengungsi.

    Sementara itu, tercatat 11 meninggal dunia di Kabupaten Bogor, sembilan meninggal di Kota Bekasi, sembilan meninggal dunia di DKI Jakarta, tujuh meninggal dunia di Kabupaten Lebak, empat meninggal dunia di Kota Tangerang Selatan, tiga meninggal dunia di Kota Depok, satu meninggal dunia di Kota Bogor dan satu meninggal dunia di Kabupaten Bekasi. BNPB juga mencatat satu orang hilang di Kabupaten Lebak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.