Di Lokasi Banjir, Presiden PKS Minta Anies Normalisasi Sungai

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden PKS Sohibul Iman ditemui seusai meninjau titik terjadinya banjir di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Jumat, 3 Januari 2020. TEMPO/Putri.

    Presiden PKS Sohibul Iman ditemui seusai meninjau titik terjadinya banjir di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Jumat, 3 Januari 2020. TEMPO/Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera atau PKS mengunjungi korban banjir di kawasan Cipinang Melayu, Makassar, Jakarta Timur pada Jumat, 3 Januari 2020. Dia sekaligus memantau posko milik Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Jakarta Timur yang terletak di daerah tersebut.

    Mengenakan baju warna oranye beremblem Disaster Response Team dan sepatu boots, Sohibul berkeliling di lokasi salah satu titik terparah banjir yang menerjang ibu kota pada 1 Januari lalu itu. Dia mengatakan, banjir terjadi akibat luapan aliran Kali Sunter yang mengalami penyempitan di kawasan tersebut.

    "Di sini terkena dampak banjir luar biasa akibat luapan Sungai Sunter," kata Sohibul di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Jumat, 3 Januari 2020.

    Maka dari itu, Sohibul meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melanjutkan normalisasi Kali Sunter agar tak lagi terjadi banjir ke depannya. Menurut dia, di sepanjang jalur tersebut masuk ada satu kilometer yang belum dinormalisasi.

    Sohibul mengatakan normalisasi sungai itu juga menjadi aspirasi warga sekitar. Ia berharap Anies dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah memikirkan kelanjutan normalisasi tersebut sebagai bagian dari solusi jangka menengah. "Ini sangat disayangkan normalisasi sudah berjalan baik di ujung sana tapi 2017 ternyata dihentikan tanpa diketahui sebab musababnya," ujarnya.

    Sohibul berkeliling ditemani sejumlah politikus partainya, di antaranya Ketua DPP PKS Pipin Sopian dan anggota DPR Ahmad Syaikhu. Sohibul mengklaim sejumlah anggota DPRD DKI dari partai dakwah pun sudah turun membantu korban di kawasan tersebut sejak hari pertama terjadi banjir.

    Selain menyinggung ihwal normalisasi sungai, Sohibul berujar korban banjir memerlukan bantuan berupa makanan dan minuman, obat-obatan serta pakaian. Yang terpenting, kata dia, warga juga memerlukan listrik kembali mengaliri kawasan itu. "Karena tanpa listrik mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Air tidak bisa keluar dan peralatan yang dimiliki tidak bisa digunakan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.