Mantan Ajudan Jokowi Resmi Jadi Kapolrestabes Medan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisaris Besar Jhonny Edison Isir Resmi Menjabat Kapolrestabes Medan, Jumat 3 Januari 2020. (Tempo/Sahat Simatupang)

    Komisaris Besar Jhonny Edison Isir Resmi Menjabat Kapolrestabes Medan, Jumat 3 Januari 2020. (Tempo/Sahat Simatupang)

    TEMPO.CO, Medan - Mantan ajudan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Komisaris Besar Jhonny Edison Isir, resmi menjadi Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Medan menggantikan Brigadir Jenderal Dadang Hartanto.

    Serah terima jabatan dipimpin Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Inspektur Jenderal Martuani Sormin, di Aula Tribrata Polda Sumut, Jumat 3 Januari 2020. 

    Berdasarkan Surat Telegram dari Kapolri ST/3331/XII/Kep/2019, tanggal 20 Desember 2019, penugasan Brigadir Jenderal Dadang Hartanto, sebagai Kapolrestabes Medan, kata Sormin, berakhir. "Saya ucapkan terima kasih atas pelaksanaan tugas yang baik sebagai Kapolrestabes Medan," kata Sormin.

    Sormin berharap Jhonny akan meneruskan program kerja Dadang Hartanto. Berdasarkan telegram Kapolri, Dadang ditugaskan menjadi Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi (Renmin) Badan Reserse Kriminal Mabes Polri.

    Sormin mengigatkan Jhonny, agar segera menyesuaikan diri. "Kota Medan adalah barometer keamanan di Provinsi Sumatera Utara. Maka dari itu Kapolrestabes Medan harus bisa menekan atau meminimalisir angka kriminalitas yang menjadi perhatian masyarakat." kata Sormin. Apalagi, kata Sormin, tugas pengamanan Pilkada tahun 2020 sudah di depan mata.

    Jhonny mengatakan, akan menekan atau meminimalisir angka kriminalitas yang menjadi perhatian masyarakat, seperti pencurian, perampokan, peredaran narkoba, dan kasus-kasus lainnya. "Dan tentu saja pengamanan Pilkada 2020." katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.