DPR Santuni Korban Banjir di Dekat Kompleks Rumah Dinas Kalibata

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah relawan membantu warga menyeberangi Sungai Ciberang untuk dievakuasi ke tempat aman di Kampung Susukan, Lebak, Banten, Kamis 2 Januari 2020. Proses evakuasi warga hanya bisa mengandalkan perahu karet karena jembatan penghubung di lokasi itu hancur diterjang banjir bandang hari Rabu (1/1). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

    Sejumlah relawan membantu warga menyeberangi Sungai Ciberang untuk dievakuasi ke tempat aman di Kampung Susukan, Lebak, Banten, Kamis 2 Januari 2020. Proses evakuasi warga hanya bisa mengandalkan perahu karet karena jembatan penghubung di lokasi itu hancur diterjang banjir bandang hari Rabu (1/1). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat memberikan bantuan kepada warga korban banjir di kawasan Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan. Ketua dan dua anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT), yakni Agung Budi Santoso dan Idah Syahidah serta Doni Akbar mengantarkan bantuan itu kepada penduduk yang mengungsi ke Gelanggang Olahraga Pengadegan.

    Lokasi pengungsian ini tak jauh dari kawasan rumah dinas anggota DPR di Kompleks Kalibata, Jakarta Selatan. Merujuk Google Maps, jaraknya hanya berkisar 1,3 kilometer saja. "Sebagai sahabat, saudara, kita harus prihatin dan mau membantu," kata Agung di kawasan GOR Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat, 3 Januari 2020.

    Agung menyebutkan, beberapa bantuan yang diberikan di antaranya selimut, handuk, keperluan seperti popok sekali pakai dan obat-obatan serta bahan makanan. Ada pula sumbangan alat-alat kebersihan seperti kain pel dan cairan disinfektan. "Karena pasca-banjir ini pasti rumahnya kotor, jadi mereka membutuhkan juga alat pel untuk membersihkan rumahnya," kata politikus Demokrat ini.

    Ia sempat melihat kondisi dan suasana di dalam GOR yang digunakan sebagai pengungsian. Berbincang dengan sejumlah warga, dia menanyai mereka mengenai kesehatan dan ketersediaan makanan.

    Menurut dia, pengungsian di GOR itu luas dan bersih. Toilet juga tersedia meski warga memerlukan kamar kecil tambahan. Mengutip informasi dari Kepala Kecamatan Pancoran Rizki Adhari, Agung mengatakan ada sekitar 500 warga yang mengungsi di dalam GOR.

    Salah satu pengungsi, Susanti, mengatakan kebutuhan yang belum tercukupi adalah popok sekali pakai. Sembari menjaga cucunya yang berusia 2,5 tahun, perempuan 46 tahun ini bercerita banjir merendam seluruh rumahnya.

    Dia mengaku tak menyangka banjir akan datang pada hari pertama tahun 2020. Kata Susanti, banjir biasanya melanda kawasan bantaran Kali Ciliwung pada akhir Januari atau awal Februari. Warga pun mengenal istilah banjir lima tahunan. "Ini belum sampai lima tahun udah banjir. Ini lebih parah, hancur semua," kata Susanti kepada Tempo di lokasi.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.