Kemendagri Bangun 3 Posko Bantuan Banjir di Jabodetabek

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara sepeda motor melintas di jalan tol lingkar dalam Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis 2 Januari 2020. Akibat banjir di sejumlah ruas jalan di kawasan Kebon Jeruk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperbolehkan pengguna sepeda motor untuk melintas di dalam Tol Kebon Jeruk. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Pengendara sepeda motor melintas di jalan tol lingkar dalam Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis 2 Januari 2020. Akibat banjir di sejumlah ruas jalan di kawasan Kebon Jeruk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperbolehkan pengguna sepeda motor untuk melintas di dalam Tol Kebon Jeruk. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan hingga kini telah menyiapkan posko bantuan bencana banjir di daerah Jabodetabek. Hal ini disampaikan Tito ketika berkunjung ke posko bencana di Perum Villa Jatirasa, Jati Asih, Bekasi Jawa Barat pada Jumat, 3 Januari 2020. "Kami menyiapkan tiga posko saja sambil mendorong Pemerintah Daerah membangun posko-posko yang lain," kata Tito.

    Kemendagri mendorong pemerintah daerah menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanggulangan pasca-banjir. Tito menjelaskan BTT itu bisa digunakan bagi daerah yang sudah ditetapkan tanggap darurat, seperti Bekasi. “Yang sudah menyatakan itu kota Bekasi," ujarnya. Daerah lain yang memiliki anggaran BTT yaitu Banten dan DKI Jakarta.

    Selain posko, dalam kunjungannya Kemendagri menyampaikan sejumlah bantuan. Di antaranya 227 pak logistik dan uang tunai Rp 27 Juta.

    Tito membawa satu mobil boks, satu mobil Hilux. Isinya selimut, sarung, beras, mie instan, makanan siap saji, makanan ringan. “Sedang koordinasi dengan Pak Lurah untuk distribusi merata," kata staf Dirjen Bina Adwil Kemendagri, Evan Nur Setya Hadi ketika ditemui di posko.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.