Usai Banjir, Kapolri dan Panglima TNI Tinjau Gardu Induk PLN

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kepolisian RI Jenderal Idham Azis dan Panglima TNI Marsekal meninjau PLN Gistet Kembangan, Jakarta Barat, pada Jumat, 3 Januari 2020. TEMPO/Andita Rahma

    Kepala Kepolisian RI Jenderal Idham Azis dan Panglima TNI Marsekal meninjau PLN Gistet Kembangan, Jakarta Barat, pada Jumat, 3 Januari 2020. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Seusai banjir di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, Kepala Kepolisian RI Jenderal Idham Azis dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meninjau Gardu Induk PLN Kembangan, Jakarta Barat, pada Jumat, 3 Januari 2020. Rombongan Idham dan Hadi disambut oleh Wakil Direktur PLN Darmawan Prasodjo. 

    Hadi bertanya kepada Darmawan mengenai PLN memperbaiki gardu yang terendam. “Kapan bisa mengalir lagi ke warga?” tanya Hadi. Darmawan menjelaskan bahwa ini kali pertama Gardu Induk PLN Kembangan terendam banjir, karena kali yang meluap di samping gardu. PLN masih memperbaikinya.

    Darmawan memperkirakan, aliran listrik dipastikan mengalir ke seluruh warga di sekitar Jakarta dan Bali secara menyeluruh pada Sabtu, 4 Januari 2020. “Besok sudah memungkinkan untuk disuplai ke seluruh pemukiman warga, Pak,” kata Darmawan.

    Dalam kunjungan itu Kapolri dan Panglima TNI didampingi Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jaya Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono, Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Komisaris Jenderal Agus Andrianto, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Sisriadi.

    Turut pula dalam rombongan peninjauan seusai banjir itu, Asisten Operasional Kepala Kepolisian RI Inspektur Jenderal Rudolf Nahak, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Argo Yuwono, dan Panglima Daerah Militer Jayakarta TNI Mayor Jenderal Eko Margiyono.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.