Unggah Foto Lama Anies Baswedan di Katulampa, Guntur PSI: Satire

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia atau PSI, Mohamad Guntur Romli. Dok. Istimewa

    Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia atau PSI, Mohamad Guntur Romli. Dok. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli menjelaskan alasannya mengunggah swafoto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wali Kota Bogor Bima Arya di akun Twitternya, @GunRomli. Unggahan yang disertai cuitan "Cengar cengir selfie di tengah warga Jakarta yang kebanjiran" itu kemudian viral.

    Guntur dituding menyebar hoaks lantaran foto yang diunggahnya itu diambil pada 2018, bukan di tengah banjir yang melanda Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada Rabu, 1 Januari 2020.

    Menurut Guntur, cuitan itu ditujukan sebagai kontrapropaganda. "Konteks twit itu satire dan kontrapropaganda," kata Guntur melalui pesan singkat, Jumat, 3 Januari 2020.

    Guntur mengatakan unggahan itu untuk merespons pendukung Anies yang menggunakan foto-foto tahun 2017 sebagai propaganda. Selain itu, kata Guntur, unggahannya itu juga menjawab klaim bahwa Anies tidak berfoto saat bekerja.

    "Anies tidak serius ngurus penanggulangan banjir, anggaran disunat, ke Bogor pun cuma selfie aja kan," ujar dia. Guntur juga menyinggung molornya retensi dana hibah DKI Jakarta sebesar Rp 10 miliar ke Pemerintah Kota Bogor.

    Guntur juga membantah cuitannya itu disebut hoaks. Dia mengatakan, kunjungan Anies ke Katulampa itu juga terjadi di tengah-tengah momen banjir Jakarta pada Februari 2018. "Hoax-nya di mana? Lagi pula Februari 2018, Jakarta memang banjir, sementara Anies dan Bima Arya malah selfie-selfie di Katulampa," kata Guntur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.