Banjir Jabodetabek, Muhammadiyah Beri Bantuan Logistik

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria berjaket ojek online tengah menggondeng istrinya saat melintasi banjir di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu, 1 Januari 2020. Kejadian ini dikomentari warganet sebagai layanan terbaru ojek online di saat banjir.  TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    Seorang pria berjaket ojek online tengah menggondeng istrinya saat melintasi banjir di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu, 1 Januari 2020. Kejadian ini dikomentari warganet sebagai layanan terbaru ojek online di saat banjir. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi islam Muhammadiyah, turut membantu korban banjir di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Selama dua hari, 1 dan 2 Januari 2020, bantuan logistik telah disalurkan kepada 3.355 orang yang terdampak bencana. “Pelayanan kesehatan diberikan kepada 53 jiwa dan distribusi nasi bungkus 1.100 jiwa.” Muhammadiyah menyampaikannya dalam laman resmi mereka, muhammadiyah.or.id, di Jakarta, Kamis, 2 Januari 2020. 

    Selain bantuan logistik, 87 relawan yang berasal dari mahasiswa dan karyawan dari RS Pondok Kopi, Jakarta Timur, membantu para korban. Penyaluran bantuan dipimpin oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

    Sebelumnya, hujan deras turun di sejumlah daerah di Jabodetabek. Hujan yang terjadi sejak malam pergantian tahun, 31 Desember 2019, hingga 1 Januari 2020. Akibatnya, daerah-daerah itu banjir.

    Sejumlah pos koordinasi untuk korban banjir dibuka di berbagai lokasi milik Muhammadiyah. Di antaranya Kantor PP Muhammadiyah di Menteng, Jakarta Pusat. Juga di kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bekasi, Kantor PDM Bogor. 

    Posko juga dibuka di Panti Asuhan Budi Mulia di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, yang juga kebanjiran. Di daerah itu, Muhammadiyah menurunkan 22 relawan untuk membantu para korban.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.