15 Orang Digigit Ular di Lokasi Banjir

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi warga yang terdampak banjir di Jalan Samanhudi, Sawah Besar, Jakarta, Kamis 2 Januari 2020. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga 2 Januari 2020, terdapat 63 titik banjir di wilayah DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi warga yang terdampak banjir di Jalan Samanhudi, Sawah Besar, Jakarta, Kamis 2 Januari 2020. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga 2 Januari 2020, terdapat 63 titik banjir di wilayah DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Karawang - Sejumlah warga terdampak bencana banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terkena gigitan ular berbisa saat berada di daerah yang dilanda banjir.

    "Warga terdampak banjir harus hati-hati, ada 15 korban banjir yang dirawat di RSUD Karawang setelah digigit ular berbisa saat banjir," kata Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, usai memimpin rapat penanganan banjir di Karawang, Kamis, 2 Januari 2020.

    Cellica mengimbau agar warga terdampak banjir mengungsi ke tempat yang lebih aman. Para petugas yang melakukan penanganan bencana banjir juga diingatkan agar memperhatikan keselamatan dengan pakaian dan kelengkapan yang memadai.

    Catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karawang, banjir di Karawang melanda ribuan rumah yang tersebar di enam kecamatan.

    Enam kecamatan itu di antaranya Kecamatan Jatisari, Cilamaya Wetan, Banyusari, Telukjambe Barat, Cikampek dan Kecamatan Purwasari.‎ Terdapat 7.986 jiwa atau 2.807 kepala keluarga yang terdampak bencana banjir.

    Sementara itu, beberapa daerah yang sebelumnya dilanda banjir kini sudah mulai surut, antara lain wilayah Cikampek dan Purwasari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?