Wagub Uu Apresiasi KKP akan Kembangkan Budidaya Ikan Tawar di Jabar

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Jawa Barat ( Uu Ruzhanul Ulum mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Edhy Prabowo mengunjungi tempat budidaya ikan air tawar di Kampung Parung Serab, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis, 2 Januari 2020. (Foto: Yana/Humas Jabar)

    Wakil Gubernur Jawa Barat ( Uu Ruzhanul Ulum mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Edhy Prabowo mengunjungi tempat budidaya ikan air tawar di Kampung Parung Serab, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis, 2 Januari 2020. (Foto: Yana/Humas Jabar)

    INFO NASIONAL — Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, menyambut baik rencana Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengembangkan budidaya ikan tawar di Jawa Barat.

    Menteri KKP, Edhy Prabowo, dalam kunjungannya ke lokasi budidaya ikan air tawar di Kampung Parung Serab, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis, 2 Januari 2020 menyatakan rencananya untuk membangun sentra budidaya ikan di Jabar.

    Menurut Uu, budidaya ikan sangat membutuhkan keilmuan dan teknologi. Dengan ilmu, pola pikir masyarakat akan berubah. “Kalau hanya bantuan tanpa ilmu, kami khawatir modal diberikan tapi kesejahteraan petani tidak meningkat," ujar Uu.

    Wagub Uu juga berharap KKP melirik para santri di pesantren untuk mengembangkan perikanan sekaligus mendorong program One Pesantren One Product (OPOP) di Jabar. Pesantren di Jabar ada 10 ribu, jika para santrinya diberikan ilmu dan modal budidaya ikan maka sektor budidaya ikan akan meningkat.

    "Jadi jangan hanya petani ikan saja, tapi pesantren pun diberi bantuan agar program OPOP bisa lebih cepat sukses,” kata Uu.

    Menteri Edhy menyatakan, sentra budidaya ikan di Jabar sangat potensial karena Jabar memiliki garis pantai yang luas. Kabupaten Bandung walaupun tidak punya laut, tapi punya lahan perairan umum seluas 1.230 hektare.

    “Maka sentra budidaya ikan menjadi pionir yang akan terus kita kembangkan," ujar Edhy.

    Menurut Edhy, KKP siap membantu kebutuhan budidaya, termasuk modal. Petani juga menghadapi mahalnya ongkos pakan yang bisa mencapai lebih dari 70 persen dari total biaya. Untuk itu, KKP akan menggunakan pakan alternatif temuan mahasiswa ITB. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?