Kabarhakam Polri Pantau Sejumlah Titik Lokasi Banjir Jakarta

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian mengatur lalu lintas saat banjir yang mengenangi jalan Pramuka Raya, Jakarta Timur, 26 Januari 2015. Terlihat antrian mobil menghindari jalan yang tergenang banjir. TEMPO/Dasril Roszandi

    Petugas kepolisian mengatur lalu lintas saat banjir yang mengenangi jalan Pramuka Raya, Jakarta Timur, 26 Januari 2015. Terlihat antrian mobil menghindari jalan yang tergenang banjir. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta-Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri Komisaris Jenderal Agus Andrianto memantau sejumlah titik lokasi  banjir di Jakarta, Kamis, 2 Januari 2020. Pemantauan itu dilakukan Agus menggunakan helikopter.

    Agus didampingi oleh Kepala Korps Lalu Lintas Inspektur Jenderal Istiono, serta Kepala Korps Polisi Air dan Udara Inspektur Jenderal Lotharia Latif.

    "Kami mau melihat kondisi terkini dari udara agar bisa dipetakan kondisi terdampak banjir, dan lalu lintas yang terendam banjir agar memudahkan masyarakat mengakses jalan," kata Agus melalui keterangan tertulis.

    Menurut Agus, Kapolri Jenderal Idham Azis telah memerintahkan kepada seluruh anggotanya untuk turun mengevakuasi warga serta menyuplai kebutuhan logistik untuk mereka. "Selain itu, kami juga mendirikan dapur umum dan posko pengungsian sementara untuk warga," kata Agus.

    Sebelumnya hujan lebat disertai angin kencang terjadi pada 31 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020. Akibatnya, sejumlah wilayah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi terendam banjir dengan ketinggian beragam.

    Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun memprediksi potensi hujan lebat di Jabodetabek masih akan berlangsung hingga tujuh hari ke depan. Prakiraan cuaca di Jabodetabek rata-rata diawali pada pagi hari berawan, siang hingga malam hujan. Meskipun sudah diprediksi, cuaca dapat sewaktu-waktu berubah karena anomali cuaca.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.