Ganjar Siap Bantu Korban Banjir Jakarta dan Jabodetabek

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri: Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan; Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo; dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, di Jakbistro, Balai Kota, Senin, 5 November 2018. TEMPO/Gangsar Parikesit

    Dari kiri: Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan; Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo; dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, di Jakbistro, Balai Kota, Senin, 5 November 2018. TEMPO/Gangsar Parikesit

    TEMPO.CO, Semarang - Banjir Jakarta dan Jabodetabek di awal tahun ini memicu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berencana mengirimkan bantuan.

    Dia menyatakan siap memperbantukan baik personel, logistik, maupun peralatan untuk membantu para korban.

    Menurut Ganjar, Pemerintah Provinsi Jateng standby apabila ada permintaan bantuan dari daerah lain, termasuk Jabodetabek.

    "Kalau dibutuhkan, kami siap kirim personel ke Jakarta dan sekitarnya," kata dia ketika meninjau Rumah Pompa Kali Sringin di Kota Semarang hari ini, Kamis, 2 Januari 2020.

    Ganjar menuturkan bahwa sebelumnya telah beberapa kali mengirim bantuan ketika terjadi bencana di daerah lain. Dia mencontohkan pada saat terjadi gempa di Lombok dan Palu, Jateng mengirim bantuan personel dan logistik.

    Dia menilai Jakarta pasti sudah logistik untuk membantu korban banjir. Namun, yang dibutuhkan sekarang kemungkinan adalah personel. Meski begitu Jateng akan mengirimkan logistik jika memang dibutuhkan.

    Dalam menghadapi banjir Jakarta dan sekitarnya, dia meminta masyarakat tak saling menyalahkan.


    "Mari kita perbanyak gotong-royong untuk menolong."

    Hari ini Ganjar mengecek kesiapan infrastruktur dan peralatan penanggulangan bencana untuk menghadapi curah hujan tinggi di berbagai wilayah Indonesia.

    Dia meninjau Rumah Pompa Kali Tenggang, Rumah Pompa Kali Sringin, dan Gudang Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jateng.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.