Rutan Kebanjiran, Tahanan KPK Sempat akan Dievakuasi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintasi banjir yang merendam Jalan Letjen S Parman dan tol dalam kota di Jakarta Barat, Rabu, 1 Januari 2020. Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan, penggratisan Jalan Tol Dalam Kota ini sebagai bentuk kompensasi kepada masyarakat atas banjir yang terjadi sejak hari pertama di tahun baru. ANTARA/Nova Wahyudi

    Warga melintasi banjir yang merendam Jalan Letjen S Parman dan tol dalam kota di Jakarta Barat, Rabu, 1 Januari 2020. Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan, penggratisan Jalan Tol Dalam Kota ini sebagai bentuk kompensasi kepada masyarakat atas banjir yang terjadi sejak hari pertama di tahun baru. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Cabang C1 juga kebanjiran. "Setinggi lutut," kata pelaksana tugas juru bicara KPK, Ali Fikri saat dihubungi, Kamis, 2 Januari 2019. Tahanan sempat akan dievakuasi keluar rumah tahanan.

    Desember 2019. Hujan yang mengguyur hingga Selasa pagi, 31 Desember 2019 itu membuat sekitar Rutan C1 di belakang Gedung Pusat Pendidikan Antikorupsi alias gedung KPK lama di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan terendam banjir. Permukaan air mulai naik pada 1 Januari 2020, pukul 07.00 WIB.

    Fikri mengatakan enam tahanan penghuni rutan yang kebanjiran sempat akan dievakuasi. Mereka dibawa ke lobi gedung untuk proses pemindahan sementara. Namun, rencana itu dibatalkan karena air sudah kembali surut. "Sekarang sudah kembali normal, semua sudah di tempat semula," kata Ali.

    Menurut pantauan di lokasi, kawasan dekat Gedung Pusat Pendidikan Antikorupsi sudah kering. Sudah tidak terlihat ada genangan air di kawasan tersebut. Sejumlah petugas kebersihan berbaju oranye, nampak sedang membongkar saluran air yang ada di dekat gedung. Tinggi permukaan air Sungai Cideng yang ada di kawasan itu juga tampak normal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.