Antisipasi Banjir Akibat Hujan Deras, BPPT akan Rekayasa Cuaca

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga ikut mengevakuasi anjing peliharaan saat rumahnya terendam banjir di Perumahan Puri Bintaro Indah, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu, 1 Januari 2020. Sejumlah warga ikut mengevakuasi hewan kesayangannya saat kediaman mereka terendam banjir. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Warga ikut mengevakuasi anjing peliharaan saat rumahnya terendam banjir di Perumahan Puri Bintaro Indah, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu, 1 Januari 2020. Sejumlah warga ikut mengevakuasi hewan kesayangannya saat kediaman mereka terendam banjir. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan TNI akan menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mengantisipasi banjir akibat hujan deras yang terjadi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

    Ketiga instansi tersebut akan mengerahkan dua jenis pesawat yakni CN295 dan Casa dalam memodifikasi cuaca.

    Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo mengatakan, penggunaan modifikasi dimaksudkan untuk mempercepat penurunan hujan. 

    "Hujan itu nantinya akan diturunkan ke Selat Sunda atau Lampung," kata Agus melalui keterangan tertulis, Kamis, 2 Januari 2020. Namun, kata Agus, jika arah angin ke timur, maka hujan akan di turunkan ke waduk-waduk seperti Jatiluhur dan Jatigede.

    Hujan lebat disertai angin kencang terjadi pada 31 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020. Akibatnya, sejumlah wilayah di Jabodetabek terendam banjir dengan ketinggian beragam.

    Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun memprediksi potensi hujan lebat di Jabodetabek masih akan berlangsung hingga tujuh hari ke depan. Lebih lanjut prakiraan cuaca yang terjadi di Jabodetabek rata-rata diawali pada pagi hari berawan, siang hingga malam hujan. Meskipun sudah diprediksi, cuaca dapat sewaktu-waktu berubah karena anomali cuaca.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.