Banjir Jakarta, Puan Minta Tak Saling Lempar Tanggung Jawab

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mempersiapkan perahu karet untuk evakuasi warga terdampak banjir di kawasan Cempaka Putih, Jakarta, Rabu, 1 Januari 2020. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas mempersiapkan perahu karet untuk evakuasi warga terdampak banjir di kawasan Cempaka Putih, Jakarta, Rabu, 1 Januari 2020. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani mengimbau sejumlah instansi memaksimalkan komunikasi dan koordinasi dalam menangani banjir Jakarta dan wilayah lain yang  juga terdampak seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

    Puan merujuk sejumlah instansi, yakni Kementerian Sosial, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana serta Pemerintah Daerah.

    "DPR meminta agar bencana banjir yang melanda Jabodetabek untuk segera diatasi melalui koordinasi dan komunikasi antar instansi terkait. Tidak malah saling melempar tanggung jawab dan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat," kata Puan dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 Januari 2020.

    Sejumlah titik di Jakarta dan sekitarnya dilanda banjir sejak Rabu, 1 Januari 2020 akibat hujan deras pada 31 Desember 2019. Data BNPB mencatat, titik banjir terbanyak terdapat di Bekasi. Ada 32 titik banjir di Kabupaten Bekasi dan 53 titik di Kota Bekasi. Sedangkan titik banjir di DKI Jakarta sebanyak 63 titik.

    Puan menyampaikan duka cita mendalam dan belasungkawa atas jatuhnya korban dalam bencana banjir ini. BNPB menyatakan, hingga pagi ini tercatat ada 16 korban meninggal karena banjir.

    Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ini juga mendorong instansi terkait untuk mengutamakan penyelamatan masyarakat terdampak banjir.

    Puan mengatakan menurut informasi masih banyak korban yang belum dievakuasi dari rumah mereka yang terkepung banjir, khususnya di Tangerang, Bekasi, dan Bogor. "Karena itu tim evakuasi harus menyisir seluruh wilayah terdampak untuk menghindari jatuhnya korban yang lebih banyak," ujar dia.

    Puan juga mendorong pemerintah pusat melalui BNPB untuk terus melakukan operasi tanggap darurat secara menyeluruh. Dari operasi penyelamatan para korban, pendirian tempat pengungsian, dapur umum, pengamanan rumah dan aset korban, dan antisipasi munculnya penyakit-penyakit pascabanjir.

    "Pada saat tangap darurat, pemerintah agar mengerahkan seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk membantu masyarakat terdampak dan segera melakukan upaya pemulihan," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.