Antisipasi Banjir, Ini yang Dilakukan Wali Kota Tri Rismaharini

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ikut  memadamkan kebakaran di Pertokoan Elektronik UFO Jalan Kertajaya, 28 Desember 2019. Foto : Istimewa

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ikut memadamkan kebakaran di Pertokoan Elektronik UFO Jalan Kertajaya, 28 Desember 2019. Foto : Istimewa

    TEMPO.CO, Surabaya - Memasuki musim hujan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melakukan sejumlah langkah antisipasi. Risma meninjau rumah pompa dan saluran air di kawasan Timur Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 1 Januari 2019. "Saya ingin mengetes kekuatan saluran air ini setelah ditambah pompa dan genset baru, harapannya nanti nariknya lebih kencang," kata Risma.

    Lokasi pertama yang dikunjungi Wali Kota Risma adalah rumah pompa di kawasan wisata bakau Wonorejo. Risma ingin memastikan kekuatan tarikan pompa air. Rumah pompa memiliki dua pompa air tambahan dan genset untuk meningkatkan kapasitas tarikan debit air di kawasan Surabaya Timur.

    Menurut Risma, rumah pompa itu berada di kawasan lindung sehingga kawasan itu tidak bisa dialiri listrik untuk operasional rumah pompa. Pemerintah kota menambahkan genset untuk operasional rumah pompa itu. Diharapkan, air di saluran warga dan di jalanan lebih cepat tersalurkan ke laut. “Targetnya, air yang menggenang itu habis dalam waktu tiga jam.”

    Lokasi kedua yang di kunjungi Wali Kota Risma adalah sungai di kawasan Gunung Anyar. Risma meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP), Erna Purnawati mengeruk sungai untuk menambah kapasitas penampungan air.

    Kepala DPUBMP Kota Surabaya, Erna Purnawati membenarkan adanya instruksi Wali Kota Risma untuk mengantisipasi banjir. "Ibu Wali Kota menginstruksikan untuk mengeruk sedikit pinggiran sungai, dan dibentuk lebih terasering. Tujuannya agar air bisa ditampung lebih banyak," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?