Banjir dan Longsor Akibat Hujan, Ribuan Warga Lebak Mengungsi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga melihat kondisi rumah yang rusak akibat diterjang banjir bandang di Desa Sajira, Lebak, Banten, Rabu, 1 Januari 2020. BPBD Kabupaten Lebak mencatat 12 desa di tiga kecamatan di Lebak terdampak banjir bandang. ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas

    Sejumlah warga melihat kondisi rumah yang rusak akibat diterjang banjir bandang di Desa Sajira, Lebak, Banten, Rabu, 1 Januari 2020. BPBD Kabupaten Lebak mencatat 12 desa di tiga kecamatan di Lebak terdampak banjir bandang. ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas

    TEMPO.CO, Lebak - Ribuan warga di 12 desa di Kabupaten Lebak terdampak bencana banjir dan longsor. Saat ini, warga mengungsi di sejumlah tempat, rumah ibadah, majelis taklim, gedung sekolah dan perkantoran.

    "Kami memfokuskan pasca penanganan banjir dan longsor dengan melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan untuk mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi di Lebak, Rabu, 1 Januari 2020.

    Adapun 12 desa yang terdampak bencana akibat curah hujan tinggi itu ada di empat kecamatan. Rinciannya, di Kecamatan Cipanas, yaitu Desa Sipayung, Talagahiang, Cipanas, Bintang Resmi, Bintang Sari, Sukasari dan Luhur Jaya; Kecamatan Lebak Gedong tersebar di Desa Banjar Irigasi, Banjarsari, Ciladaeun, Lebaksangka dan Lebak Situ; Kecamatan Sajira dan Kecamatan Curugbitung. Di dua kecamatan itu, BPBD masih melakukan pendataan.

    Sejauh ini, kata Kaprawi, tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Namun sejumlah infrastruktur rusak, seperti jembatan yang menghubungkan Kecamatan Cipanas-Muncang.
    "Kami mengutamakan warga korban banjir dan longsor tetap tinggal di pengungsian sebelum banjir surut," kata Kaprawi.

    Menurut Kaprawi, pihaknya sudah mendirikan beberapa posko pengungsian dan dapur umum agar masyarakat korban bencana tidak mengalami kerawanan pangan dan serangan penyakit. Dinas Kesehatan juga sudah mendirikan posko kesehatan untuk melakukan pengobatan gratis.

    Saat ini, kata Kaprawi, curah hujan masih berlangsung sehingga masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan bencana alam. "Kami minta masyarakat yang tinggal di tepi aliran Sungai Ciberang agar waspada banjir jika curah hujan tinggi," ujarnya.

    Sementara itu, Jumri, seorang warga desa Bintang Resmi Kecamatan Cipanas mengaku dirinya bersama ratusan warga lainnya mengungsi di masjid yang aman dari bencana banjir.

    Rumah miliknya yang berdekatan dengan Sungai Ciberang tergenang banjir setinggi dua meter. "Kami berharap adanya bantuan untuk meringankan beban ekonomi, karena perabotan rumah tangga dan beras terendam air," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.